Hukum islam, ilmu

Obat Penyakit Bodoh Adalah Bertanya

Disebutkan dari hadits Jabir radhiallohu anhu, berkata: kami keluar dalam satu perjalanan safar, lalu salah seorang dari kami dijatuhi batu yang melukai kepalanya. Lalu dia dalam keadaan junub, maka dia bertanya kepada sahabatnya: apa menurut kalian ada keringanan bagiku untuk bertayammum? Mereka menjawab: Kami tidak mendapati keringanan bagimu jika engkau sanggup menggunakan air. Maka iapun mandi, akhirnya ia mati. Tatkala kami mendatangi Nabi Shallallohu ‘alaihi wasallam,  , Beliau dikabari tentang hal itu, maka Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam, bersabda:

“Mereka telah membunuhnya, Semoga Allah membunuh mereka (Beliau mengucapkannya sebagai bentuk hardikan, pent). Tidakkah mereka bertanya jika mereka tidak mengetahui? Sesungguhnya obat dari kejahilan (penyakit bodoh) adalah bertanya.”

(HR.Abu Dawud (336), dihasankan oleh Al-Albani dalam sahih Abu Dawud)


Berdasarkan pada hadits diatas, dpat dikatakan bahwa kejahilahan merupakan suatu penyakit, karena di hadits tersebut, Rasulullah menyebutkan bahwa obat dari kejahilan/kebodohan adalah bertanya… Sebagaimana firman Allah ta’ala:

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Bertanyalah kepada ahlinya jika kalian tidak mengetahui.”

(QS.An-Nahl:43, Al-Anbiya:7)

Ibnul Qoyyim mengatakan bahwa setiap penyakit perlu untuk diobati, dan untuk berobat memerlukan dokter…

Kebodohan seseorang terhadap agama merupakan penyakit yang mematikan (baik mematikan diri sendiri maupun mematikan orang lain-sebegaimana hadits diatas)

dan dokter bagi penyakit kebodohan ini adalah orang yang berilmu dan sumber ilmunya berasal dari Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam..

(Faedah Kajian Fiqh Muyassar bab Tayamum oleh Ustadz Aris Munandar-Hafidzahullah)

Yogyakarta, 06 Agustus 2013 04:58 WIB

Leave a Reply