Event, Motherhood, Tips

Kiat Agar Tumbuh Kembang Anak Optimal; Usus Sehat, Anak Happy

Workshop Nestle Lactogrow Surabaya Grow Happy Parenting Happy from the Inside Out

Halooo.. Assalamu’alaikum teman-teman, kali ini saya mau share tentang ‘ilmu parenting’ yang saya dapatkan ketika mengikuti workshop Nestle Lactogrow pada tanggal 18 September 2019 lalu. Workshop yang berjudul “Grow Happy Parenting: Happy from the Inside Out” ini kabarnya berlangsung di delapan kota di Indonesia, salah satunya di Surabaya.

Materi workshopnya menurut saya kece bangeeet, ilmunya bermanfaat dan bisa kita terapkan langsung. Jadi kalau bisa sih dibaca sampai akhir yaa..

Saking kecenya materi workshop yang disampaikan, sampai-sampai catatan saya bisa full 2 kertas HVS. Plus selama sesi workshop itu saya berasa jadi anak kuliahan lagi, apalagi ada kuis-kuis interaktifnya👍🏻.

Okee langsung aja masuk ke materi workshop ya, insyaAllah akan saya tuliskan sedetail mungkin supaya pesan Grow Happy Parenting-nya bisa sampai ke teman-teman semua. Karena sekali lagi, setiap orang tua terutama Mama Papa muda yang emosinya biasanya cenderung masih labil, perlu untuk tahu urgensi dari materi workshop ini. Kenapa anak harus happy, apa output yang dihasilkan jika anak happy, bagaimana membuat anak happy, daan lain sebagainya.

Grow Happy Parenting: Happy from the Inside Out

Workshop dimulai sekitar pukul 10 pagi, setelah para peserta workshop menikmati coffe break yang telah disiapkan. Workshop dibagi menjadi 3 sesi dengan 3 narasumber, yaitu oleh:

1. Pramudita Sarastri, Brand Excecutive Nestle Lactogrow

2. Dr. dr. Arini Dewi Widodo, Sp.A(K), selaku dokter spesialis anak, dan

3. Elizabeth Santosa, M.Psi, Psi, SFP, ACC, selaku psikolog.

1. Sesi Pertama; Dukung Anak Tumbuh Bahagia dari Usus yang Sehat

Materi pertama disampaikan oleh Mbak Dita (Pramudita Sarastri) selaku Brand Excecutive Nestle Lactogrow. Mbak Dita menyampaikan bahwa workshop kali ini merupakan workshop parenting kedua bersama Nestle Lactogrow yang berlangsung di Surabaya.

Pramudita Sarastri, Brand Excecutive Nestle Lactogrow
Pramudita Sarastri, Brand Excecutive Nestle Lactogrow

Jika pada tahun sebelumnya materi yang disampaikan berupa pentingnya kebahagiaan keluarga untuk mendukung tumbuh kembang anak, maka pada tahun ini tema workshop yang digelar adalah tentang peran orang tua untuk mendukung anak tumbuh bahagia.

Disampaikan bahwa happiness atau kebahagiaan itu bermula dari keluarga (start from the family), sehingga untuk mendukung anak bahagia, kita sebagai orang tua terlebih dahulu harus bahagia.

Kebahagiaan anak ini tentunya akan berpengaruh pada tumbuh kembangnya. Percaya atau tidak, anak yang bahagia akan memiliki kesempatan untuk sukses lebih besar di masa mendatang. Sebab, jika anak terbiasa bahagia, ketika dia menemukan kesulitan, dia tetap akan mempersepsikan berbagai situasi dan kondisi yang dialaminya dari sisi yang positif.

Melatih Anak untuk Bahagia Sedari Kecil

Untuk membuat anak bahagia diperlukan effort dari orang tua dan sebaiknya dilatih sejak ia masih kecil, dengan cara:

1. Adanya keterlibatan orang tua

Bagi anak, yang kelak akan mereka ingat bukanlah berapa banyak mainan yang ia miliki, melainkan banyaknya waktu yang orang tua luangkan untuk anak.

2. Berikan stimulasi sesuai tahapan perkembangan.

3. Gizi yang terpenuhi dengan baik, termasuk yang terpenting adalah yang mendukung kesehatan saluran cerna anak.

Mengapa kita perlu memberikan perhatian lebih terhadap kesehatan saluran cerna anak? Karena setiap makanan yang anak konsumsi, setelah melewati mulut makanan (zat gizi) akan terserap di saluran cerna. Jika yang anak konsumsi kandungan zat gizinya sudah baik namun ternyata penyerapan di saluran cernanya kurang baik, tentu akan percuma.

Oleh karena itu, hadirlah Lactogrow yang mengandung bakteri Lactobacillus reuteri (untuk kesehatan saluran cerna) dan happy nutri berupa kalsium, 12 vitamin, minyak ikan, 7 mineral, serta Omega 3 dan 6 untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Mbak Dita menuturkan bahwa selain melalui workshop, pesan grow happy ini juga disebarkan melalui media digital (sosial media, online dan offline store, serta berbagai komunitas).

2. Sesi Kedua; Pencernaan Sehat untuk Anak Bahagia dan Pintar

Sesi kedua diisi oleh seorang dokter spesialis anak, Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K).

dr. Ariani workshop Nestle Lactogrow
Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K)

Dokter Ariani menjelaskan tentang pentingnya masa 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) bagi anak, yaitu dimulai sejak terjadinya pembuahan hingga anak berusia 2 tahun. Karena pada 1000 HPK, otak anak berkembang dengan sangat cepat dan kompleks, sehingga sebaiknya periode ini jangan sampai dilewatkan begitu saja.

Pencernaan Sehat untuk Tumbuh Kembang Anak yang Optimal

Meskipun berada pada masa kesempatan emas (Golden Age Period), sayangnya usus anak-anak masih pada kondisi yang belum matang. Belum matangnya usus menyebabkan adanya sela (gap) antar sel usus anak serta selaput lendir (lapisan mukosa) di usus belum utuh dan masih tipis, hal inilah yang menjadi penyebab mengapa anak rentan terkena infeksi maupun alergi. Karena kuman akan dengan mudah masuk ke celah-celah diantara sel-sel usus.

Tentunya ketika anak terkena infeksi (biasanya ditandai dengan demam dan badan lemas), menjadikan kesempatan anak untuk belajar menjadi berkurang. Sebaiknya hal ini tidak kita biarkan begitu saja. Salah satu cara terbaik yang bisa kita lakukan adalah dengan senantiasa menjaga kesehatan saluran cerna anak misalnya dengan pemberian probiotik (bakteri baik) bagi usus.

Probiotik bisa berasal dari pemberian suplemen dengan dosis tertentu maupun dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung probiotik, misalnya yoghurt, tempe, kimchi, keju, maupun teh kombucha (teh dengan probiotik).

Mengapa harus usus yang diperhatikan? Mengapa bukan otak (mendukung kecerdasan anak)? Ternyata hal ini disebabkan karena usus merupakan sistem imun (pertahanan tubuh) terbesar dalam tubuh manusia.

Sehingga kesehatan usus (saluran cerna) bagi tubuh sangatlah penting. Cara menjaga kesehatan saluran cerna adalah dengan menjaga dan memastikan jumlah bakteri baik yang dibutuhkan usus setidaknya sebesar 85%, karena jika kurang dari itu, salah satu dampaknya adalah terjadinya infeksi.

Manfaat Lactobacillus reuteri bagi tubuh

Dokter Ariani juga memaparkan manfaat strain bakteri Lactobacillus reuteri bagi tubuh, diantara manfaatnya adalah:

  1. mengurangi diare akut,
  2. mengatasi konstipasi,
  3. mengatasi kolik (kondisi bayi yang menangis terus-menerus selama berjam-jam),
  4. dapat menghasilkan vitamin B12 yang berperan dalam pembentukan sel darah merah dan perkembangan otak.

Selain itu, berdasarkan penelitian pada hewan coba diketahui bahwa Lactobacillus reuteri juga membuat mood dan suasana hati menjadi baik.

Ketika mood dan suasana hati anak baik, mereka akan lebih siap untuk belajar, sehingga kesempatannya untuk berprestasi besar.

3. Sesi Ketiga; Maximazing Parental Role in Nurturing Children Happiness

Sesi Ketiga diisi oleh seorang psikolog, Elizabeth Santosa, M.Psi, Psi, SFP, ACC atau lebih akrab dipanggil mbak Lizzie.

Elizabeth Santosa, psikolog
Elizabeth Santosa, M.Psi, Psi, SFP, ACC

Diawal sesi Mbak Lizzie mencoba mengkaitkan hubungan antara usus yang sehat dengan anak yang bahagia. Dan ternyata memang ada hubungannya. Anak dengan usus yang sehat akan cenderung bahagia sehingga moodnya pun baik. Oleh karena itu, salah satu cara untuk memantain kebahagiaan si kecil adalah dengan menjaga pola makan agar usus senantiasa sehat.

Pentingnya Kebahagiaan bagi Anak

Menurut mbak Lizzie, membuat anak bahagia itu penting untuk kita usahakan. Karena anak yang bahagia biasanya dikaitkan dengan anak yang sukses. Karena bahagia merupakan pondasi utama bagi anak, sehingga ketika kelak anak berhadapan pada situasi yang sulit sekalipun anak akan tetap bisa survive. Layaknya orang yang jatuh cinta, ketika sakit pun dapat tersenyum, ketika diuji tidak terlalu dirasa-rasakan susahnya, serta jarang mengeluh.

Oleh karena itu, PR besar bagi para orang tua untuk bisa mendidik anaknya agar selalu bahagia. Pada anak-anak, bahagia diasosiasikan dengan kondisi anak yang murah senyum, tidak suka merengek, berani serta percaya diri.

Kabar bahagianya jika anak kita bahagia, selain mereka menjadi lebih mudah dalam menerima pelajaran juga jarang dibully, karena kepribadiannya yang baik (menyenangkan).

Dijelaskan oleh Mbak Lizzie bahwa sebenarnya untuk membuat anak bahagia itu tidak terlalu sulit, namun kendala yang umum dijumpai pada para orang tua di Indonesia adalah kurang mencurahkan waktunya untuk anak. Bukan hanya hadir di depan anak, tetapi ikut terlibat bersama dengan anak.

Tips Agar Anak Bahagia

Adapun beberapa hal yang bisa kita lakukan agar anak bahagia diantaranya adalah:

  1. Memberikan makanan yang sehat dan bergizi.
  2. Menyediakan waktu bermain bersama anak.
  3. Mengenalkan berbagai bentuk emosi positif pada anak, misalnya dengan mengajak anak tertawa, bercanda bersama anak, ngobrol dengan anak, membangkitkan rasa percaya dirinya, memuji atas usaha yang ia lakukan sekecil apapun itu, berterima kasih atas kebaikannya, dsb. Emosi positif ini tentunya juga harus diterapkan terhadap pasangan, agar anak terbiasa melihat emosi positif dari kedua orang tuanya.
  4. Tidur yang cukup (berkualitas) agar anak tidak mudah rewel, termasuk didalamnya tidur siang.
  5. Berikan cinta tanpa syarat, tetap cintai anak meskipun mereka terkadang berbuat kesalahan. Persering memeluk anak dan bahasa-bahasa cinta lainnya.
  6. Antusias untuk mendengarkan apa saja yang mereka ucapkan.
  7. Berikan feedback ketika anak bermain atau bereksplorasi, misalnya ketika kita mengajak anak ke kebun binatang, jangan hanya bertanya: “apakah kamu happy?” Jangan berhenti sampai disitu, melainkan tanyakan juga kepada anak apa saja yang tadi mereka alami, kemana saja, mengapa ini begini, mengapa ini begitu, jelaskan juga beberapa hal yang tadi ia alami. Tentunya ini akan lebih membekas bagi anak dan membuat mereka merasa disayang. Anak yang merasa disayang tentu akan menjadi anak yang ceria dan happy dalam kesehariannya.

Penutup

Akhirnya selesai sudah sesi materi workshop dari para narasumber. Sebelum ditutup dengan tanya jawab, para peserta workshop diberi challange untuk menyiapkan menu makan anak selama 1 hari dengan media berupa plastisin. Tersedia 3 piring dan 1 gelas, dan kami diminta sekreatif mungkin untuk membuat contoh makanan yang tidak hanya bergizi tapi juga menarik.

Dan Alhamdulillah kelompok kami terpilih menjadi pemenang dan mendapatkan hadiah berupa toybox (tempat menyimpan mainan). Yeaaayy so happy, anak-anak juga ikut antusias ketika tahu bundanya bawa hadiah, MasyaAllah :). Setelah pengumuman pemenang, sesi ditutup dengan tanya jawab interaktif.

Waahhh, mantap banget ya ilmunya. Ternyata kesehatan saluran cerna si kecil itu bisa berpengaruh secara signifikan pada kesehatan anak, kecerdasan, hingga kondisi psikologisnya. Jadi PR besar bagi saya untuk senantiasa menjaga kesehatan saluran cerna si kecil, membersamai anak-anak, dan menjadikan mereka anak-anak yang happy.

Well, sepertinya itu saja yang bisa saya rangkum dari hasil workshop Nestle Lactogrow Grow Happy Parenting: Happy from the Inside Out, semoga bermanfaat yaa. Oh iya, kalau boleh tahu nih, sejauh apa sih usaha yang teman-teman lakukan agar anak tumbuh menjadi pribadi yang ceria? Share yaa di kolom komentar :).

Salam,

Dina Safitri
Tagged , , , , , , , ,

About Dina Safitri

Moslemah, an ISFJ personality, lifestyle blogger, mom of 2H. For business inquiries kindly contact me at: me@mbakdina.com or WA +6282277355412
View all posts by Dina Safitri →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *