#BPN30DayChallenge2018, Curhat

[Curhat] Suratku Untukmu Sayangku

Surat dari ibu

Assalamu’alaikum sayangnya bunda,

Bunda ingin menulis surat virtual ini untuk Aisy sebagai bentuk ucapan terima kasih bunda untuk Aisy. Mungkin masih butuh waktu beberapa tahun lagi (insyaAllah) supaya Aisy bisa membaca dan memahami isi surat ini. Tapi nggak papa ya nak, bunda tuliskan disini. Semoga ketika Aisy besar nanti, blog bunda masih aktif, supaya surat virtual ini bisa Aisy baca.

Aisy, makasih banyak ya nak atas pengertian-pengertianmu selama ini.

Makasih ya nak sudah berjuang susah payah (dengan izin Allah) agar bisa lahir ke dunia ini. Makasih juga sudah banyak bersabar menghadapi bunda yang terkadang masih labil dan terbawa emosi saat mengasuh dan mendidikmu.

Makasih ya nak, sudah mengisi hari-hari bunda dengan canda dan tawamu, dengan tangisanmu, dan dengan segala tingkah polahmu. Sungguh kelak bunda pasti akan merindukan momen-momen tersebut.

Maafkan ayah dan bunda yang masih kaku saat pertama kali mengasuh, menimangmu, memandikan, memakaikan baju untukmu, dan lainnya. Sungguh engkaulah yang pertama bagi kami.

Makasih ya nak sudah begitu tegar di hari-hari setelah masa penyapihanmu. Sungguh saat itu ayah dan bunda sangat terharu masyaALLAH dengan ketegaranmu dan dengan segala rasa sedih dan “mupeng” untuk menyusui yang kau tutup-tutupi semampumu.

Pengalaman menyapih anak dengan cinta

Makasih ya nak karena menganggap bunda orang terspesial bagi Aisy. Mau tidur cari bunda, kebangun dari tidur nyariin bunda, bunda nyuci baju ngikut nyuci juga, bunda mandi ditungguin, bunda pergi ngikut pergi. Semoga bonding kita bisa selalu terjaga.

Makasih juga nak ya karena rela melakukan apa yang bunda minta biar bunda nggak marah. MasyaAllah jujur bunda terharu dan bangga ketika Aisy nangis dan sedih karena nggak mau bunda marah.

 

Makasih banyak ya nak, udah bersedia jagain adek, pangku adek, mengalihkan perhatian adek biar nggak munt*h saat adek masih belajar makan, bikin adek ketawa dan happy, ambilin baju dan popok adek, bantu bunda mandiin adek, daan masih banyak lagi.
Makasih atas segala kelapangan hatimu untuk berbagi bersama dengan adek. Membagi kasih sayang dan momen kebersamaan ayah dan bunda, membagi mainan, membagi pakaian, dan lain-lain.

Makasih sudah mau belajar mengatur rasa cemburumu kepada adek. Karena sungguh semakin engkau menyayangi adek, semakin bertambah rasa sayang ayah dan bunda kepadamu.

Maafkan kami ya nak, mungkin terkadang ayah dan bunda belum bisa berlaku adil, mungkin terkadang ayah dan bunda membuatmu cemburu pada adek.

Maafkan ayah dan bunda yang terkadang terlalu fokus pada adek maupun pada kesibukan kami sehingga kamu merasa terabaikan.

Terima kasih banyak ya sayang, maafkan ayah dan bunda yang masih banyak khilaf dan kekurangan. Semoga Aisy bisa selalu menyayangi ayah, bunda, dan adek ya nak.

Salam sayang selalu untukmu Aisy.

Maaf surat bunda nggak puitis, tapi apa yang bunda tulis tulus dan jujur dari dalam hati bunda.

Dari bunda yang begitu menyayangimu

Dina Safitri

Tagged , , ,

About Dina Safitri

Moslemah, an ISFJ personality, lifestyle blogger, mom of 2H. For business inquiries kindly contact me at: me@mbakdina.com or WA +6282277355412
View all posts by Dina Safitri →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *