curhat, me

My Target


Setiap orang pasti telah memiliki target dalam menjalani hidupnya yang singkat ini. Baik berupa target jangka panjang, maupun target jangka pendek. Begitu juga dengan saya, saya juga memiliki target yang HARUS saya perjuangkan agar bisa terwujud..

salah satunya adalah bisa membaca dan memahami kitab bahasa arab gundul dengan benar dan lancar (tidak belepotan dan tidak terbata2)

Sedikit cerita, tiga tahun yang lalu saya belajar bahasa arab (ilmu nahwu dan sharaf), namun karena saya tidak pintar membagi waktu dan mungkin karena ketika itu saya kurang semangat dalam belajar bahasa arab, maka materi2 bahasa arab yang sudah saya pelajari tidak sempat di muroja’ah, tidak diaplikasikan untuk membaca kitab, dsb.. hingga seolah2 semua sia-sia.. beberapa hari yang lalu, baru terpikirkan oleh saya, bahwa waktuku di wisma ini insyaa Allah hanya tinggal satu semester lagi, dan saya mulai teringat kembali dengan target yang dulu pernah saya canangkan di dalam hati… akhirnya saya mantap untuk memulai lagi belajar bahasa arab dari awal.. bukan untuk mengejar nilai, tetapi untuk tujuan yang lebih besar daripada hal tersebut… Bismillah

Kemarin sempat mendapat semacam teguran dari beberapa teman saya yang dulu kami satu perjuangan ketika belajar bahasa arab (walaupun sebenarnya juga bukan teguran sih, karena diselingi dengan candaan atau kalimat yang halus), intinya:

“Kamu ikut muyassar (kitab nahwu untuk kelas pemula) lagi din?? Ealah anti tu harusnya ngajar, bukannya jadi santri… Ikut muyassar biar mumtazah ya?” ::D

Apapun lah, saya tidak mau ambil pusing dengan candaan mereka, yang penting dan yang saya harapkan adalah saya sudah bisa membaca kitab dengan lancar sebelum lulus dari kuliah dan juga lulus dari wisma ini..

Sekali-kali tidak, saya tidak mengejar yang namanya gelar mumtazah, yang saya inginkan hanya bisa baca kitab, that’s all..

karena bisa jadi mumtazah hanya karena semalam sebelum ujian belajar sampai bergadang, tetapi setelah ujian usai, seolah2 semua yang telah dipelajari hanya menempel di lembar jawaban dan tidak menempel di otak.. waliyadzubillah

Mengapa saya terlihat begitu ambisius untuk bisa membaca kitab dengan lancar? hal ini karena ketika saya bisa membaca kitab, maka hal tsb akan membuka pintu-pintu untuk saya bisa lebih mendalami agama ini.. karena sebagaimana yang kita ketahui, al-qur’an dan hadits nabi shalallahu ‘alayhi wa sallam diturunkan dengan bahasa arab., jadi bagaimana mungkin kita bisa memahami agama ini dengan baik dan benar, jika bahasa agamanya saja masih belum bisa.. Teringat dengan perkataan ‘umar bin khattab: “Pelajarilah bahasa arab, karena bahasa arab adalah bagian dari agama ini (au kama qoola)”

Jujur, iri rasanya ketika melihat teman2 seumuran saya, bahkan yang lebih muda bisa dengan begitu mudahnya membaca kitab, seolah2 yang dia baca adalah tulisan alphabetic.. Sungguh iri rasanya melihat mereka bisa membaca kitab2 para ulama, bisa meng i’rab al-qur’an tanpa terbata2..

Kalau mereka saja bisa, maka biidznillah saya juga PASTI BISA!!!

#Encourage myself.. Bismillah…

Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahla, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa :))

Hi, thanks for stopping by at mbakdina.com. Don't forget to leave your comment here, ok?^^