budget traveling, review, Review hotel

[​Review] Hotel Pandanaran Jogja

Assalamu’alaikum..
Kali ini saya akan memberikan sedikit review dan cerita tentang pengalaman kami ketika menginap di Hotel Pandanaran Jogja. Jadi ceritanya, tahun lalu kami mendapatkan promo potongan harga 50% untuk pembelian hotel dimana saja. Karena tiket ke Jogja saat itu Alhamdulillah sudah di tangan, maka akhirnya kami pun memutuskan untuk booking hotel di Jogja.

Baca Juga: Nginap di Hotel Bintang 4 Cuma 10 ribuan Aja!

Pilihan pun jatuh pada Hotel Pandanaran, karena lokasinya yang strategis, ratenya yang tidak terlalu mahal untuk hotel sekelas Pandanaran, serta yang paling kami incar karena di Pandanaran terdapat outdoor pool yang terletak di rooftop. Singkat cerita bikin kami penasaran, hehe.

Masih dalam rangkaian mudik kami, 4 juli 2016, setibanya di Stasiun Tugu Jogja setelah melalui perjalanan darat dari Bandung, kami berjalan menuju Shelter Trans Jogja yang terdekat, yaitu di Malioboro, dekat Hotel Inna Garuda. Kami pun naik jalur 3A dan turun di shelter daerah Jokteng (Pojok Beteng) Wetan. Dari sana kami naik becak menuju hotel seharga Rp 10.000,- karena saat itu kami belum tahu lokasi hotelnya berada dimana. Sesampainya di hotel kami baru tahu kalau ternyata dari shelter trans ke hotel kami bisa berjalan kaki dengan jarak yang masih dapat dijangkau, hihi.

Baca Juga: 7 Tips Traveling Hemat

Baca Juga: Mudik Asyik A la Backpacker

Sumber: pandanaranjogja(dot)com
Sumber: pandanaranjogja(dot)com

Hotel bintang 3 ini terletak di Jalan Prawirotaman. Hotelnya cukup besar jika dibandingkan hotel-hotel yang berada di kanan-kirinya. Area parkir hotel ini cukup luas dengan security yang selalu stand by. Tepat di depan hotel ini terdapat tempat makan yang nge-hits banget. Mungkin orang-orang lebih tahu dimana resto ini berada daripada hotel Pandanaran, padahal saling berhadapan, hihi. Iya, ice cream lovers pasti pada tahu, Tempo Gelato yang terkenal itu terletak di depan hotel Pandanaran.

Begitu masuk kami disambut dengan ramah oleh staff hotel. Staff hotel menawarkan untuk meletakkan barang bawaan kami di tempat yang disediakan sembari kami check in.

Lobby hotelnya cukup besar, terdapat ruang tunggu dengan beberapa sofa yang terlihat cukup empuk dan nyaman untuk diduduki. Terdapat koran, majalah, dan juga tab dengan akses internet yang bisa kita gunakan secara gratis.

Kami check in sekitar pukul 5 sore. Proses check in berlangsung cepat. Sebelum kunci kamar diberikan, resepsionis membacakan detail pemesanan kami, berikut fasilitas dan juga luas kamarnya.

‘Kunci’ kamar (card) pun diberikan. Bellboy dengan sigap membantu membawakan barang bawaan kami. Oiya, pada kunci tersebut terdapat sensor untuk naik lift sehingga langsung terpilih ke lantai dimana kamar kami berada. Fitur ini dari segi keamanan cukup bagus, karena dengan adanya fitur ini, tidak semua orang bisa bebas mengakses hotel.

Kamar kami terletak di lantai 2, tidak terlalu jauh dari lift. Begitu masuk ke kamar sempat agak kaget karena ternyata benar-benar budget economy room, hihi.

Iya, kami memang memilih budget economy room, sesuai namanya, budget room ini hanya seluas 3×4 m², seperti kamar anak kos dengan kamar mandi di dalam. Kamar mandinya sangat kecil, hanya terdiri dari toilet duduk dan shower (tersedia water heater), serta ada shampoo dan sabun (2 in 1). Mungkin untuk mensiasati sempitnya ruangan, wastafelnya sampai-sampai diletakkan di luar kamar mandi. Kurang nyaman sih, karena cenderung jadi kurang bersih kamarnya kalau ada air yang menetes dari wastafel.

Terdapat 2 handuk di dalam kamar. Kami mendapatkan amenities berupa sikat gigi dan odol serta sandal hotel. Lumayan sandalnya bisa dipakai saat jalan-jalan di dalam atau sekitaran hotel.

Budget Economy Room
Budget Economy Room

Kasurnya lumayan besar, dengan dua bantal. Disamping kanan kasur terdapat meja dan ‘colokan’ listrik, serta terdapat jendela yang imut-imut. Dari jendela kamar, kami bisa melihat aktifitas di restaurant hotel yang berada di lantai 1. Tidak hanya aktivitas, bahkan semerbak aroma masakan pun bisa tercium ketika kami melongokkan wajah ke luar jendela, jadi bikin baper laper. Disisi kiri kasur terdapat ‘colokan’ listrik dan telepon. Kamar ini juga dilengkapi dengan hanger dan tempat menggantung pakaian, serta AC dan TV. Sayangnya, channel TV-nya cuma sedikit banget, tapi ada tayangan internal tentang hotel Pandanaran dan juga sejarah batik, lumayan lah bisa menambah wawasan tentang warisan budaya kita, hehe.

Setelah melepas lelah sejenak, karena saat itu masih bulan Ramadhan, saat maghrib kami pun jalan-jalan sekalian mencari makanan untuk berbuka puasa. Hanya beberapa meter dari hotel, terdapat ‘kantin tumpah’ yang menjual berbagai nasi dan cemilan berbuka dari berbagai penjual selama bulan Ramadhan. Harganya pun sangat murah sekali. Sayangnya kami datang sedikit terlambat, sehingga sudah banyak yang habis. Saat itu kami membeli 2 bungkus nasi gurih dan ayam bakar, per porsinya cuma 8 ribu lho!

Keesokan harinya, sekitar pukul 9 pagi kami memutuskan untuk berenang. Tapi ternyata kolam renangnya ramai. Kata penjaganya, biasanya baru sepi sekitar pukul setengah sebelas. Oiya, tidak jauh dari kolam renang terdapat ruang untuk nge-gym. Cocok tuh buat yang mau nge-gym, tapi karena waktu itu masih bulan puasa, gym dicoret dari daftar things to do-nya pak suami *hemat energi, hihi.

Sumber: pandanaranjogja(dot)com
Sumber: pandanaranjogja(dot)com

Akhirnya jam setengah sebelas kami kembali lagi ke kolam renang. Baby Aisy ikutan renang dong pastinya. Walaupun awalnya sempat takut, mungkin karena berasa renang di lautan yang superb luas dimata bayi kali yak, hihi. Saking niatnya  ngajakin Aisy renang, sampai-sampai direla-relain bawa pelampung neck ring dari rumah, wkwk.

Berasa renang di private pool, karena kolamnya sepi, sesuai dengan perkataan mbak penjaga kolam, hehe. Mungkin karena mepet dengan waktu check out dan udah mulai panas dan terik.

Berasa di private pool ;p
Berasa di private pool ;p

Kolam renangnya cukup bagus dan bersih, ada kolam untuk anak-anak dan dewasa, antata keduanya diberi sekat. Ada kursi untuk duduk-duduk sambil berjemur. Tidak jauh dari kolam renang terdapat cafe.

Dari kolam renang kita bisa melihat pemandangan kota Jogja dari atas. top paling atas lho. Disana terdapat kursi untuk duduk-duduk sambil ngobrol dan menikmati pemandangan kolam renang dan kota Jogja. Mungkin kalau disana kita jemur baju yang kita pakai berenang juga bisa lho, hihi.

Oiya, disini tidak ada kewajiban untuk menggunakan pakaian renang, jadi bisa bebas pakai baju apa saja lho. Dan juga tidak ada penjaga yang stand by mengawasi kolam, jadi bisa lebih merasa bebas dan nyaman, hehe.

Selesai berenang kami pun langsung beberes dan bersiap-siap untuk check out. Ketika check out, resepsionis menanyakan terkait kesan dan juga jika ada kritik terkait hotel secara keseluruhan. Bagus sih, jadi bisa sebagai masukan untuk hotelnya supaya bisa lebih baik lagi.

Tak terasa waktu untuk staycation kami di Pandanaran telah habis. Puas sih, cuma masih berasa kurang. Iya, kurang istirahat karena masih terasa capek setelah perjalanan mudik yang cukup panjang, hehe.

Baca Juga: It’s Time to Staycation!

Yang menurut saya menjadi kekurangan dari hotel ini adalah kamarnya yang kuecil, apalagi kamar mandinya. Dan juga wastafel yang berada di luar kamar mandi menurut saya juga masih menjadi kekurangan dari hotel ini.

Menurut saya *siapa gue? Wkwk, seharusnya dengan harga kamar yang ditawarkan, bisa donk ya agak lebar dikit lagi, terutama kamar mandinya *maksa ;p. Selain itu, air kamar mandinya sedikit bau, jadi berasa kurang nyaman, scara saya orangnya kalau untuk badan/personal hygiene sukanya yang bersih dan sesuai standar *apasih, wkwk.

Tapi bagus kok hotelnya. Nggak nyesel pernah staycation disana. Overall kami puas, karena bersih dan nyaman. Aisy aja bawaannya hepi banget pas di kamar, senyum-senyum n ketawa terus, hihi. Bobo’nya juga puleess banget, masyaAllah. Karena bayi nggak pernah bohong, hihi^^

Sekian review dari saya. Semoga bermanfaat ya..

Happy Holiday!

dina's signature

♥Dina Safitri♥

7 thoughts on “[​Review] Hotel Pandanaran Jogja

  1. Hotel di sekitar Prawirotaman banyak dan asik-asik karena tempatnya juga asik. Berasa kayak di Bali. Dulu aku pas DLK dari kantor ke Jogja juga selalu nginep di hotel di kawasan Prawirotaman.

Hi, thanks for stopping by at mbakdina.com. Don't forget to leave your comment here, ok?^^