Blog Competition, food technology, kompetisi

Diabetes nggak boleh makan yang manis-manis? Kata siapa?

Halo semuanya, kali ini saya mau sedikit share tentang penyakit Diabetes Melitus ya. Benar nggak sih penderita diabetes tidak boleh mengkonsumsi yang manis-manis? Lalu bagiamanakah diet (pola makan) yang benar bagi penderita diabetes?

Well, sebagai seorang ‘anak pangan’ (istilah yang biasa kami sematkan ke sesama mahasiswa jurusan Teknologi Pangan), rasanya saya tergerak dan termotivasi untuk membahas tentang diabetes dan diet (pola makan) yang benar bagi penderitanya, karena selain memang ini merupakan salah satu materi yang kami dapatkan saat kuliah dulu, ternyata berdasarkan data Kementerian Kesehatan (depkes.go.id) pada Sample Registration Survey tahun 2014, diabetes merupakan penyakit pembunuh nomor tiga di Indonesia setelah penyakit jantung koroner dan stroke. Selain itu, berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF), estimasi jumlah penderita diabetes di Indonesia menempati urutan ke tujuh tertinggi di dunia.

Sehingga ada baiknya kita mengenal lebih dekat tentang diabetes, sehingga kita menjadi lebih aware terhadap kesehatan kita dan juga orang-orang tersayang disekitar kita, karena jelas yang namanya mencegah itu memang lebih baik daripada mengobati, ya kan guys? Well, langsung saja ya..

Apakah diabetes itu?

Diabetes merupakan salah satu penyakit yang tidak menular yang disebabkan karena adanya gangguan metabolisme karbohidrat (yang kemudian juga dapat menyebabkan gangguan metabolisme protein dan lemak) di dalam tubuh, yaitu adanya gangguan produksi hormon insulin oleh kelenjar pankreas atau gangguan fungsi hormon insulin sehingga tubuh tidak mampu mengendalikan jumlah gula maupun glukosa di dalam aliran darah. Hormon insulin merupakan hormon yang berperan dalam mengatur keseimbangan kadar gula dalam darah. Rendahnya hormon insulin di dalam darah menyebabkan kadar gula dalam darah tetap tinggi.

Diabetes berdasarkan jenisnya dikelompokkan menjadi dua, yaitu:

1. Diabetes tipe 1 (insulin-dependent diabetes mellitus/IDDM)

Diabetes tipe 1 dikenal dengan nama Juvenile Onset, merupakan penyakit diabetes yang umumnya timbul pada usia muda, sehingga sering dinamai dengan diabetes anak-anak yang disebabkan karena kegagalan pankreas dalam memproduksi hormon insulin. Diabetes tipe 1 ini jarang ditemui, presentasenya hanya sebesar 10% saja. Cara pengobatannya dengan melakukan injeksi hormon insulin.

2. Diabetes tipe 2 (non-insulin-dependent diabetes mellitus/NIDDM)

Diabetes tipe 2 (adult onset) merupakan penyakit diabetes yang umumnya terjadi pada orang dewasa diatas 40 tahun dan terkadang juga terjadi pada anak-anak yang disebabkan karena hormon insulin yang dihasilkan oleh pakreas tidak dapat mencukupi kebutuhan tubuh. Presentase terjadinya diabetes tipe 2 ini sebesar 85-90%.

Selain itu, ada juga diabetes gestasi (kehamilan), yaitu penyakit diabetes yang timbul sebagai efek dari adanya perubahan hormonal pada wanita hamil, yang ditandai dengan naiknya kadar gula darah pada pertengahan kehamilan. Umumnya diabetes gestasi ini dikelompokkan pada diabetes tipe 2, karena penanganannya sama dengan diabetes tipe 2.

Diabetes tipe 2 umumnya disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: gaya hidup yang tidak sehat, pola makan yang tidak seimbang, serta obesitas (kegemukan).

Bagaimana Gejala Diabetes?

Secara umum ada 4 gejala diabetes, yaitu:

Gejala Diabetes
Gejala Diabetes

1. Poly Urea (Volum urine yang berlebihan)

Apabila kadar gula darah naik hingga 180 mg/dl, maka ginjal tidak dapat lagi menyaring gula dengan baik, sehingga sebagian gula akan terikut ke urine yang menyebabkan kadar gula dalam urine tinggi, kadar gula yang tinggi dalam urin ini menyebabkan tubuh akan menarik banyak air (osmolaritas gula) sehingga seseorang yang kadar gula dalam darahnya tinggi akan mengeluarkan banyak urine.

2. Poly Disia (Rasa Haus)

Keadaan pada poin pertama tersebut menyebabkan neraca air dalam tubuh menjadi terganggu, sehingga menyebabkan timbulnya rasa haus terus-menerus.

3. Poly Phagia (Lapar)

Pada waktu yang bersamaan, meskipun kadar gula darah berlebihan, namun gula tersebut tidak dapat dimanfaatkan oleh tubuh sebagai sumber energi sel, yang menyebabkan munculnya rasa lapar.

4. Penurunan Berat Badan secara Drastis

Karena tubuh memerlukan sumber energi sel, maka tubuh harus memecah protein maupun lemak, sehingga terjadi penurunan berat badan.

Selain itu, beberapa gejala yang mungkin menyertai penderita diabetes adalah rasa letih dan kurang bertenaga, sakit perut, sakit kepala, dan mudah terkena penyakit kulit.

Namun untuk mengetahui lebih lanjut apakah kita menderita diabetes atau tidak, sebaiknya segera periksakan kadar gula darah ke klinik terdekat ya.

Apakah Komplikasi Diabetes?

Diabetes jika tidak ditangani sedini mungkin dapat menyebabkan beberapa komplikasi yang cukup serius guys, diantaranya adalah terjadinya pengerasan pembuluh kapiler dan vena-vena kecil yang menyebabkan terjadinya perubahan retina, pengapuran pembuluh darah besar (atherosclerosis), dan juga pengerasan ginjal (nephoskelosis), kataraks, kebutaan, impoten, kaki “mati rasa” yang jika telah terlanjur parah kaki harus diamputasi, penyakit jantung koroner, serta ginjal.

Upaya Apa yang Bisa Dilakukan?

Salah satu upaya yang bisa dilakukan terutama pada penderita diabetes tipe 2 adalah dengan mengontrol kadar gula darah supaya tetap dalam batasan normal, dengan pola makan (diet) yang benar.

Bagaimanakah diet yang benar bagi penderita diabetes?

Diet yang benar bagi penderita diabetes adalah yang bertujuan untuk: mempertahankan glukosa darah dan kadar lipida serum agar mendekati normal, dan juga makanan yang dikonsumsi tersebut dapat memberikan cukup energi sehingga mampu mempertahankan maupun mencapai berat badan normal.

Sehingga makanan yang cocok untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes adalah:

  • Jenis makanan dengan kadar karbohidrat yang rendah sehingga mampu menekan terjadinya lonjakan gula darah
  • Makanan dengan indeks glikemik (IG) yang rendah, yaitu jenis-jenis makanan tinggi serat (terutama serat larut air/soluble fiber) dan juga makanan yang menagandung banyak pati resisten (pati yang tidak mudah tercerna oleh tubuh).

Tidak cukup sampai disitu, ternyata ada beberapa anjuran pada diet penderita diabetes yang sebaiknya dipenuhi, yaitu:

Anjuran Diet bagi Penderita Diabetes
Anjuran Diet bagi Penderita Diabetes
  • Penderita diabetes harus mendapatkan energi yang cukup sehingga mampu mempertahankan berat badannya. Kebutuhan energi rata-rata sebesar 25-30 kkal/kg berat badan normal. Namun, agar tidak terjadi lonjakan gula darah sebaiknya asupan makanan dibagi dalam 3 porsi besar, yaitu (pagi 20%, siang 30%, sore 25% dari energi total) serta 2 hingga 3 porsi kecil untuk makanan selingan (masing-masing 10-15% energi total).
  • Kebutuhan protein normal dan lemak harus tetap terpenuhi, yaitu berturut-turut sebesar 10-15% dan 20-25%. Dengan catatan kolestrol maksimum yang dikonsumsi 300 mg/hari.
  • Kebutuhan karbohidrat merupakan sisa dari kebutuhan energi total, yaitu sekitar 60-70%.
  • Penggunaan gula murni dalam minuman dan makanan tidak diperbolehkan kecuali sedikit. Jika kadar gula darah sudah terkendali, diperbolehkan konsumsi gula murni sampai 5% energi total.
  • Sebagai pengganti gula, penderita diabetes diperbolehkan konsumsi gula alternatif/gula pengganti sukrosa (fruktosa, gula alkohol seperti manitol dan xylitol, aspartam, dan sakarin) sesuai dengan jumlah yang telah diijinkan (RDA).
  • Asupan serat dianjurkan 25 gram/hari yang bisa berasal dari buah dan sayur. Soluble fiber (serat larut air) lebih diutamakan dibanding insoluble fiber (serat tak larut) karena soluble fiber ini berperan dalam menghambat penyerapan gula dalam usus.
  • Penderita diabetes dengan tekanan darah normal diperbolehkan konsumsi Na (Natrium) dalam bentuk garam dapur seperti orang sehat yaitu 3000 mg/hari. Namun jika mengalami hipertensi (tekanan darah tinggi), asupan garam harus dikurangi.
  • Asupan vitamin dan mineral tetap terpenuhi seperti AKG (Angka Kebutuhan Gizi) orang sehat.

Sehingga berdasarkan anjuran tersebut, sebenarnya penderita diabetes masih  dapat mengkonsumsi berbagai jenis makanan lho guys. Tapi tampaknya sedikit rumit dan sulit untuk diterapkan ya, apalagi jika harus menghitung persen energi total dari masing-masing komponen (karbohidrat, protein, lemak, dan juga serat). Bersyukur sekarang kita hidup di zaman dengan berbagai kemudahan teknologi dan penemuan terkini, sehingga sekarang kita sudah tidak perlu lagi kesusahan mencari mana makanan/minuman yang boleh dikonsumsi dan mana yang tidak dan juga tidak perlu kesulitan dalam menghitung energi total sehingga bisa sesuai dengan anjuran yang ada.

Many thanks to Diasweet. Dengan adanya produk-produk dari Diasweet, para penderita diabetes dapat mengkonsumsi berbagai jenis cemilan maupun minuman yang sehat dan lezat sesuai dengan anjuran yang telah dipaparkan diatas.

Apakah Diasweet itu?

Dilihat dari namanya, Diasweet kemungkinan merupakan gabungan dari kata; Diabetes dan Sweet. Karena memang diabetes atau yang lebih dikenal oleh orang awam sebagai penyakit kencing manis memang erat sekali kaitannya dengan sesuatu yang manis-manis (sweet). Nah, produk dari Diasweet ini sendiri umumnya memang memiliki rasa manis guys. Namun tenang saja, karena memang didesain khususnya untuk penderita diabetes, maka rasa manis pada produk-produk Diasweet tersebut tidak berpengaruh terhadap lonjakan gula darah dan juga bersifat rendah kalori.

Apa saja produk-produk Diasweet?

Berdasarkan jenisnya, saat ini Diasweet memiliki tiga jenis kategori produk, yaitu: Diasweet Sweetener, Diasweet Litebite, dan juga Diasweet Litesip.

1. Diasweet Sweetener

Diasweet
Diasweet Sweetener. Sumber: IG @diasweet_id

Diasweet Sweetener merupakan gula alternatif yang sangat praktis penggunaanya, sifatnya mudah larut dalam berbagai minuman, tidak berwarna, tidak berbau, dan  mengandung aspartam dan manitol sebagai pemanisnya. Aspartam memiliki tingkat kemanisan 160 hingga 220 kali lebih manis daripada gula pasir (sukrosa), sehingga Diasweet Sweetener ini rendah kalori dan cocok dikonsumsi bagi penderita diabetes maupun siapa saja yang sedang menjalankan diet rendah kalori. Namun sebaiknya, produk ini tidak dikonsumsi oleh anak dibawah 5 tahun, ibu hamil, maupun ibu menyusui, karena konsumsi berlebih mempunyai efek laksatif.

Diasweethealthy

Suami saya juga sudah mulai mengurangi konsumsi gula dengan menggunakan Diasweet Sweetener sebagai pengganti gula untuk membuat teh hangat. Rasanya tidak berbeda dengan teh yang menggunakan gula (sukrosa), tapi sehatnya berbeda, karena menggunakan gula rendah kalori.

2. Diasweet Litebite

Diasweet Litebite. Sumber: diasweethealthy(dot)com
Diasweet Litebite. Sumber: diasweethealthy(dot)com

Diasweet Litebite merupakan varian snack dari Diasweet yang sehat, bebas gula, rendah kalori, bebas kolesterol, dan juga tinggi serat. Diasweet Litebite cocok dijadikan sebagai cemilan dikala lapar. Dan sangat cocok untuk dikonsumsi karena dapat membantu mengendalikan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2, membantu memenuhi kebutuhan serat harian, terbuat dari bahan alami dan lemak nabati yang cocok dikonsumsi oleh vegetarian, membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah, serta membantu menjaga kesehatan fungsi saluran pencernaan. Diasweet Litebite memiliki banyak varian dari dengan rasa yang lezat, renyah, bergizi, dan tidak membuat eneg. Varian tersebut antara lain:

  • Litebite Crispy Cracker with Veggie yang merupakan varian terbaru Diasweet Litebite, yaitu craker gurih yang lezat dengan potongan sayur asli yang diformulasikan secara khusus dan tidak mengandung lemak trans yang sangat berbahaya bagi tubuh.
  • Wafer (Litebite Dietetic Wafer) yaitu wafer dengan dua varian rasa, coklat dan vanilla, dengan perpaduan wafer yang renyah dan krim yang lembut dengan kandungan serat yang baik untuk pencernaan.
  • Litebite Original Baked Snack, yaitu cemilan renyah dengan rasa gurih dan kaya akan serat.
  • Litebite Cookies, yaitu kepingan cookies yang mengandung serat tinggi dan dipadukan dengan kebaikan oat. Cookies ini menggunakan pemanis yang tidak menyebabkan kerusakan gigi dan juga aman bagi penderita diabetes karena hanya melewati saluran cerna tanpa diserap oleh tubuh. Litebite Cookies tersedia dalam 2 varian rasa, yaitu  Litebite cinnamon cookies with instant oat (cookies dengan oat rasa kayu manis) dan Litebite apple cookies with instant oat (cookies dengan oat dengan rasa manis khas apel).

3. Diasweet Litesip

Diasweet Litesip merupakan minuman lezat, sehat, dan bergizi yang rendah kalori, bebas gula, tinggi serat, dan rendah lemak. Cocok diminum kapan saja dan merupakan alternatif minuman sehat dibandingkan minuman-minuman lainnya. Selain itu Diasweet Litesip dapat digunakan sebagai pelengkap kebutuhan gizi. Bentuknya yang cair menjadikan Litesip ini mudah diserap tubuh. Saat ini tersedia dua varian Litesip, yaitu:

  • Diasweet Litesip Susu Skim yaitu minuman yang terbuat dari susu skim bubuk yang mengandung kolin dan kalsium tinggi yang dapat menjaga kepadatan tulang jika dikonsumsi secara rutin sejak dini.
Diasweet Litesip Susu Skim Bubuk. Sumber: IG @diasweet_id
Diasweet Litesip Susu Skim Bubuk. Sumber: IG @diasweet_id

Tersedia dalam 2 varian rasa, yaitu vanilla dan coklat.

  • Diasweet Litesip Fruit Juice yang merupakan varian baru dari Diasweet Litesip, adalah minuman juice dari buah-buahan dan juga sayuran yang diekstrak secara khusus sehingga menghasilkan minuman yang sehat, lezat, dan menyegarkan dengan serat yang tinggi yang baik untuk pencernaan dan juga bebas gula. Diasweet Litesip Fruit Juice dapat membantu menurunkan kolesterol dan mengandung antioksidan yang berperan dalam menangkal radikal bebas yang berpotensi memicu timbulnya kanker, memperkuat sistem ketahanan tubuh (imunitas), anti aging, menjaga kesehatan mata, serta kaya akan serat yang sangat cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes. Produk Diasweet Litesip Fruit Juice merupakan pilihan tepat bagi yang sangat aktif bergerak dan tidak sempat memakan buah-buahan maupun sayuran secara langsung.
Diasweet Litesip Fruit Juice. Sumber: diasweethealthy(dot)com
Diasweet Litesip Fruit Juice. Sumber: diasweethealthy(dot)com

Diasweet Litesip Fruit Juice tersedia dalam tiga varian rasa, yaitu: Diasweet Litesip Yellow Fruit Juice terdiri dari campuran juice pepaya, jeruk dan wortel , Diasweet Litesip Red Fruit Juice terdiri dari campuran juice tomat, jambu biji, dan semangka , serta Diasweet Litesip Green Fruit Juice terdiri dari campuran juice bayam, brokoli, dan nanas.

Jadi, kata siapa penderita diabetes tidak boleh makan yang enak dan manis-manis? Well, jadi tahu kan ya kalau anggapan tersebut ternyata tidak sepenuhnya benar^^.

Untuk produk Diasweet yang paling saya suka adalah varian Diasweet Litebite original baked cookies dan juga Diasweet Litesip Red Fruit Juice. Kalau teman-teman suka varian Diasweet yang mana nih? Yuk #defineyourdiasweet dan silahkan tulis di kolom komentar ya.

Sekian dulu dari saya, semoga postingan ini bisa bermanfaat untuk kita semua : )

Salam,

dina's signature

♥Dina Safitri ♥


Pemenang Diasweet Healthy

19 thoughts on “Diabetes nggak boleh makan yang manis-manis? Kata siapa?

  1. Hehe, soalnya penderita diabetes memang sebaiknya nggak konsumsi gula yang biasa mba, jadi klo mau makan yang manis-manis pakai gula alternatif, hehe…
    Sama-sama mbak Fuji, salam kenal juga ya..

  2. Kebiasaan minum yang tawar-tawar atau pahit sekalian kayak green tea, jadi ngerasa aneh kalau minum manis. Alm. Papaku meninggal karena diabetes jadi aku berhati-hati banget makan minum manis

    1. Wah bagus itu mbak kebiasaannya.. apalagi greentea kaya antioksidan.. betul mbak, memang sebaiknya berhati-hati supaya nggak terlalu banyak konsumsi makanan yang banyak gulanya.. turut berdukacita ya mbak atas kepergian papa tersayang..

Hi, thanks for stopping by at mbakdina.com. Don't forget to leave your comment here, ok?^^