Adv

Masihkah Mungkin Air Danau Toba Dimanfaatkan Sebagai Sumber Kehidupan?

Assalamu’alaikum teman-teman..

Pada postingan kali ini, saya ingin membahas tentang Danau Toba (lagi). Eitss, tenang saja, postingan ini berbeda dengan postingan saya yang sebelumnya kok, hehe. Di postingan yang terdahulu saya menulis tentang pengalaman saat kami jalan-jalan ke Danau Toba. Nah, pada kesempatan kali ini saya akan menulis tentang Danau Toba dari aspek yang lain. Daripada penasaran, baca postingan ini sampai selesai ya, hehe.

danau toba

Tahukah teman-teman, bahwa Danau Toba merupakan danau terbesar di Asia Tenggara dengan wilayah perairan seluas 100 km x 30 km yang terbentuk akibat letusan dahsyat Gunung Toba puluhan ribu tahun yang lalu. Nah, wilayah perairan yang luas ini seharusnya memiliki peluang yang besar untuk dimanfaatkan terutama bagi kemaslahatan masyarakat sekitar.

Bagi teman-teman yang pernah berkunjung ke Danau Toba pasti sepakat bahwa kondisi perairan di Danau Toba sudah semakin tercemar, terutama yang berada di dekat daratan. Tak heran, karena sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia, Danau Toba banyak dikunjungi baik oleh turis domestik maupun mancanegara. Banyaknya pengunjung ini, di satu sisi mampu meningkatkan taraf ekonomi masyarakat sekitar, namun disisi lain juga menjadi salah satu penyebab tercemarnya Danau Toba.

Coba teman-teman bayangkan, karena banyaknya turis yang datang, sudah tentu moda transportasi (kapal) untuk menyeberangi Danau Toba merupakan sebuah ‘keharusan’. Namun, keberadaan kapal bermotor lama kelamaan dapat menyebabkan perairan tercemari oleh bahan bakar yang digunakan. Bayangkan saja, dalam satu hari ada berapa kapal yang hilir mudik mengantarkan penumpang.

danau toba

 

Belum lagi Danau Toba yang terletak di pinggiran Pulau Samosir, yang berbatasan langsung dengan penginapan-penginapan. Walaupun pihak management hotel (penginapan) telah menghimbau para tamu agar tidak buang sampah sembarangan (terutama di Danau Toba), namun sedihnya masih ada saja yang membuang sampah sembarangan.

Karena kondisi perairan Danau Toba tercemar, mau tidak mau masyarakat harus menempuh perjalanan jauh ke mata air pegunungan agar bisa mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Sayangnya, mata air pegunungan ini tidak tersedia dalam jumlah yang banyak, bahkan jika telah memasuki musim kemarau mata air ini akan mengalami kekeringan. Sedih ya?

Nah, kebetulan saya habis baca berita tentang air Danau Toba. Dari yang saya baca, Alhamdulillah masyarakat sekitar Danau Toba sudah tidak terlalu kesulitan lagi untuk mengakses air bersih. Dan air bersih itu berasal dari Danau Toba lho! Kok bisa?

Ternyata, pada bulan April 2018 kemarin, ada peresmian filter air bersih yang dibangun untuk masyarakat sekitar Danau Toba. Filter air bersih ini terletak di daerah Tambun Raya. Alhamdulillah pasti masyarakat sekitar sana merasa sangat terbantu dengan adanya filter air bersih ini. Yang dulunya mereka harus berletih-letih mengambil air ke mata air, yang dulunya mereka harus bersabar menghadapi kekeringan saat musim kemarau tiba, kini mereka bisa memanfaatkan air Danau Toba dengan mudah. Selain itu, kualitas air hasil filtrasi ini sudah terjamin karena telah lolos uji coba di laboratorium dan dinyatakan telah memenuhi standar kualitas air bersih, Alhamdulillah..

Well, sepertinya itu saja yang bisa sedikit saya share. Sampai jumpa di postingan selanjutnya ya, InsyaAllah^^

Salam,

Dina Safitri

Tagged , ,

About Dina Safitri

Moslemah, an ISFJ personality, lifestyle blogger, mom of 2H. For business inquiries kindly contact me at: me@mbakdina.com or WA +6282277355412
View all posts by Dina Safitri →

Hi, thanks for stopping by. Don't forget to leave your comment here, ok? :)