[KAJIAN]: Tauhid: Jangkar di Tengah Badai Rumah Tangga
Tauhid: Jangkar di Tengah Badai Rumah Tangga
Masjid Nursalma Centennial Tower
Tanggal: 21/06/26
Pemateri: Ust. Muflih Safitra, M.Sc.

Jika rumah tangga diibaratkan kapal, yang membuatnya stabil adalah jangkarnya. Dalam hal ini, tauhid diibaratkan sebagai jangkar agar kapal tetap stabil tidak terombang-ambing di lautan.
Dalam kehidupan pasti ada badai. Justru memang badai tersebut diperlukan.
Istidraj: seseorang yang diberi kesenangan hidup agar lalai, lalu ia dilempar ke dalam azab.
⸻
Mengapa Badai (Musibah) Diperlukan dalam Rumah Tangga
1. Agar kita ingat bahwa kita ini lemah
Agar tidak sombong dan merasa segala kesuksesan berasal dari dirinya sendiri.
Dengan adanya badai, akan membuat kita ingat bahwa kita butuh sandaran, yaitu Allah.
2. Agar Allah mengampuni dosa-dosa kecil kita
Tidaklah seorang muslim ditimpa musibah, penyakit, dan semisalnya kecuali Allah mengampuni dosa-dosanya.
Agar kita kembali kepada Allah dengan dosa yang berkurang.
3. Agar mendapat pahala tambahan
فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَٰئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ
QS. Al-Mu’minun ayat 102–103
Catatan:
• Orang yang berat timbangan amalnya adalah orang yang beruntung.
• Orang yang ringan timbangan amalnya merugi dan tempat kembalinya neraka Jahannam.
Orang yang sabar Allah beri pahala tanpa batas.
4. Musibah adalah bukti Allah mencintainya
5. Musibah melindungi dari bahaya yang lebih besar
Mungkin yang belum Allah beri keturunan bisa jadi Allah sedang melindunginya. Dalilnya al kahfi: 80-81
وَاَمَّا الْغُلٰمُ فَكَانَ اَبَوَاهُ مُؤْمِنَيْنِ فَخَشِيْنَآ اَنْ يُّرْهِقَهُمَا طُغْيَانًا وَّكُفْرًاۚ
Adapun anak itu (yang aku= nabi khidr bunuh), kedua orang tuanya mukmin dan kami khawatir kalau dia akan memaksa kedua orang tuanya untuk durhaka dan kufur.
عَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ
Sesuatu yang dibenci bisa jadi baik bagi manusia, begitu pula sebaliknya
⸻
Semua Mengalami Musibah
Bahkan Rasulullah sebaik-baik manusia juga mengalami musibah yang lebih besar.
Di antara musibah beliau:
• Kehilangan ibu, bapak, anak, dan paman.
• Pernah kelaparan selama dua bulan, hanya memiliki dua yang hitam (air dan kurma).
• Istri beliau pernah dituduh berselingkuh dan baru bersih namanya setelah sebulan
• Rumah beliau sangat sempit sehingga ketika sujud harus mengangkat kaki.
• Rasulullah pernah terluka sampai tanggal giginya pada Perang Uhud.
• Nabi pernah diracun hingga efeknya masih ada sampai wafatnya.
• Nabi pernah dituduh sebagai penyair, penyihir, bahkan orang gila.
Penutup bagian ini:
Musibah kita di zaman ini belum ada apa-apanya dibanding musibah yang menimpa Nabi.
⸻
Cara Menghadapi Musibah
1. Sabar: Ini tingkat minimal
Menerima tapi masih merasa sakit.
2. Ridha
Menerima sepenuhnya.
3. Syukur
Ini tingkatan paling tinggi.
⸻
Pesan Nabi kepada Seorang Wanita yang Menangis dan meratap di Kuburan
Rasulullah bersabda:
اتَّقِي اللَّهَ وَاصْبِرِي
“Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah.”
Catatan:
• Marah terhadap musibah adalah wujud tidak bersabar.
• Sesungguhnya sabar itu pada hentakan pertama (kesabaran yang paling utama adalah di awal ketika tertimpa musibah).
⸻
2. Yakinlah di setiap kesulitan pasti ada kemudahan
Selama kita berdoa dan meminta kemudahan kepada Allah.
⸻
3. Yakin bahwa Allah tidak membebani kita kecuali sesuai kesanggupan
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
QS. Al-Baqarah ayat 286.
⸻
4. Anggap musibah sebagai obat pahit yang menyembuhkan
⸻
5. Berharap musibah sebagai penghapus dosa dan penambah pahala dengan berdoa sebagaimana yang Rasulullah ajarkan:
اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَاخْلُفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا
“Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku dan gantilah dengan yang lebih baik darinya.” Hadis riwayat Muslim.
⸻
Penutup
Segala musibah yang menimpa tidak akan kuat dihadapi dengan tegar kecuali dengan tauhid yang baik.
Allahu a’lam









One thought on “[KAJIAN]: Tauhid: Jangkar di Tengah Badai Rumah Tangga”