[KAJIAN]: Menanamkan Tauhid di Hati Anak Sejak Dini
Ustadz Erlan Iskandar, ST, MSc
@Masjid Nursalma Centennial Tower
21/06/26
⸻

Hadits Nasihat Tauhid kepada Anak Kecil
Rasulullah ﷺ pernah menasihati seorang anak tentang tauhid ketika anak tersebut sedang membonceng beliau di atas kendaraan tunggangan.
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata:
“Suatu hari aku pernah dibonceng oleh Nabi ﷺ, lalu beliau bersabda:
يَا غُلَامُ، إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ: احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ…
“Wahai anak kecil, sesungguhnya aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat: Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Jika engkau meminta, mintalah kepada Allah. Jika engkau memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah…”
(HR. At-Tirmidzi no. 2516, Hadits Arbain An-Nawawi no. 19)
- Mengapa pada shalat sunnah Fajar dianjurkan membaca Surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas, dan pada shalat Witir membaca Al-A‘la, Al-Kafirun, dan Al-Ikhlas? Karena kandungannya berkaitan dengan tauhid.
Baca Juga: KAJIAN Nursalma Sesi 1: Menghadapi Badai Rumah Tangga
⸻
Pengajaran Tauhid pada Fase 0–2 Tahun
Bayi yang baru lahir dapat ditanamkan tauhid melalui indera pendengaran terlebih dahulu, kemudian penglihatan.
Karena itu metode yang digunakan adalah:
• Tasmi’ (memperdengarkan)
• Talqin (menuntun)
Hal ini dilakukan oleh Ummu Sulaim radhiyallahu ‘anha ketika menyusui putranya, Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu. Beliau menalqinkan kalimat:
قُلْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللّٰهِ
Artinya:
“Katakanlah: Tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”
⸻
Nama yang Disunnahkan
Urutan nama yang paling disunnahkan diberikan kepada anak adalah:
1. Abdullah dan Abdurrahman
2. Penyandaran nama kepada Allah (nama-nama ta‘bid), seperti:
• Abdurrazzaq, Abdul dan nama-nama serupa lainnya.
Ulama salaf mengajarkan anak-anak pada fase awal dengan kalimat tauhid. Salah satu hikmah karena huruf-huruf kalimat tauhid mudah diucapkan.
لا اله إلا الله
⸻
Fase Setelah Usia 2 Tahun
Anak-anak merupakan cerminan orang tuanya. Mereka mulai meneladani dan meniru orang tua. Keteladanan merupakan pengajaran yang tidak mesti terucap namun kuat tertancap.
Doa dan usaha adalah bagian dari tawakal.
Jika orang tua bertauhid dengan baik, diharapkan anak-anak juga bertauhid dengan baik.
وَالْبَلَدُ الطَّيِّبُ يَخْرُجُ نَبَاتُهُ بِإِذْنِ رَبِّهِ
“Dan negeri yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan izin Rabbnya.” QS. Al-A‘raf: 58
⸻
Kita diperintahkan menjaga diri dan keluarga dari api neraka:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka.” QS. At-Tahrim: 6
Cara melaksanakan perintah tersebut:
1. Beramal menaati Allah.
2. Belajarlah untuk diri sendiri
3. Ajarkanlah untuk keluarga
Rekomendasi Buku Tentang Aqidah sebagai Orang Tua Agar Memiliki Tauhid yang Baik
• Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah karya Syaikh Utsaimin.
• Ta‘limu Shibyan At-Tauhid
Catatan:
• Akhlak yang baik adalah buah dari tauhid yang sempurna.
• PR terbesar dalam mendidik anak yaitu mendidik diri sendiri, karena anak-anak meniru/mengambil keteladanan dari orang tuanya.
⸻
Fase Usia 7 Tahun
Ketika anak sudah mulai berakal, kenalkan tauhid agar tertanam dalam hati.
وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡأَبۡصَـٰرَ وَٱلۡأَفۡـِٔدَةَ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ﴿ 78 ﴾
dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan dan hati nurani, agar kamu bersyukur. QS An-Naḥl, Ayah 78
Akal/nurani menurut sebagian ulama ada di hati.
- Pada usia 7 tahun anak sudah harus diperintahkan shalat.
Catatan: Usia-usia yang berkaitan dengan hukum syariat kembali kepada kalender hijriah. Jadi hafalkan tanggal lahir hijriah anak.
- Di fase ini kita harus menumbuhkan rasa cinta kepada Allah sebelum mereka diwajibkan shalat.
Bangun kesadaran dan pemahaman anak:
• Siapa yang memerintahkan shalat?
• Mengapa shalat itu wajib?
Penting: Jika langsung memerintahkan tanpa memberikan pemahaman, anak tidak akan memiliki kesadaran yang baik dalam ibadahnya.
Kaidah Penting
مَحَبَّةُ اللّٰهِ أَسَاسُ الْعِبَادَةِ
“Kecintaan kepada Allah adalah dasar ibadah.”
Ibadah akan baik jika dibangun di atas kecintaan kepada Allah.
- Jika ingin anak mengindahkan perintah kita, jadilah orang tua yang dicintai anak.
⸻
Cara Menumbuhkan Kecintaan kepada Allah
- Menyebutkan Kebaikan dan Nikmat Allah
Mengingat berbagai nikmat (ذكر النعام) yang Allah berikan. - Mengenalkan Nama dan Sifat Allah
Kedua cara ini disebut sebagai dialog imaniyah.
Contoh:
- Nak, Allah yang menciptakan mata sehingga kita dapat melihat pemandangan yang indah
الم نجعل له عينين - Nak, Allah yang menyembuhkan kita ketika sakit.
وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ
“Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku.” QS. Asy-Syu‘ara: 80
⸻
Mengenalkan Allah Melalui Ayat dan Makhluk Ciptaan-Nya
Sebagaimana Nabi ﷺ ketika melihat bulan purnama bersama para sahabat, beliau bersabda bahwa kelak kaum mukmin akan melihat Allah pada hari kiamat sebagaimana mereka melihat bulan purnama, tanpa berdesakan.
Penyampaian kepada anak hendaknya disesuaikan dengan usia dan kemampuan mereka.
⸻
Penutup
Teladani Nabi ﷺ /Ittiba’ sebagai upaya memperbaiki tauhid diri dan keluarga.
Sehingga ada ulama yang membagi tauhid menjadi empat, yaitu: Rububiyah, Uluhiyah, Asma wa Shifat dan mutaba‘ah.
Dan Bertakwalah kepada Allah semaksimal kemampuan kalian.
Allahu a’lam








