In this blog

  1. Motherhood & Parenting, click:

parenting

2. Traveling, click:

3. Review, click:

review mbakdina.com

 

My other blogs

Kajian

[KAJIAN] Kisah Nabi Musa (Asy-Syu’ara 10-20)

Tauhid Mengguncang Istana Fir’aun

Ust. Harits Abu Naufal
21-06-2026

Surat Asy-Syu‘arā’: 10

Tentang orang-orang yang menolak dakwah Nabi akan Allah timpakan adzab sebagaimana pada Fir’aun.

Pendahuluan
• Fir’aun adalah julukan untuk raja.
• Fir’aun yang menentang Nabi Musa adalah Miftah bin Ramses Ats-Tsani.
• Nabi Musa lahir di kurun yang ke-13.
• Kisah Musa dan Fir’aun banyak disebut dalam:
• Surat Asy-Syu‘arā’
• Surat Thaha
• Surat Al-A‘rāf
• Surat Al-Qashash

Asy-Syu‘arā’: 10–11 —> Perintah agar Nabi Musa Berdakwah

﴿وَإِذْ نَادَىٰ رَبُّكَ مُوسَىٰ أَنِ ائْتِ الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ ۝ قَوْمَ فِرْعَوْنَ ۚ أَلَا يَتَّقُونَ﴾

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu menyeru Musa (dengan firman-Nya), “Datangilah kaum yang zhalim itu, (yaitu) kaum Fir‘aun. Mengapa mereka tidak bertakwa?” QS. Asy-Syu‘arā’ [26]: 10–11

Kaum Fir’aun Berbuat Zalim
1. Dengan syirik dan kekafiran.
2. Menindas dan menyiksa Bani Israil.

Musa diperintahkan untuk mendakwahi mereka agar mereka bertakwa.

Asy-Syu‘arā’: 12–20 —> Ketakutan Nabi Musa

a. Nabi Musa dulu besar di sana.

b. Dada Nabi Musa terasa sempit ketika mereka menolak dakwah.

c. Lidahku (Musa) tidak lancar (tidak terlalu pintar bicara), yang membuat Musa kesulitan:
• Untuk membantah syubhat.
• Menahan amarah atas syubhat mereka.

d. Nabi Musa takut akan dibunuh oleh mereka karena dahulu pernah membunuh seorang Qibthi sebelum menjadi nabi.

Nabi Musa menyebutkan kekurangannya, bukan untuk tidak menjalankan perintah Allah, tetapi untuk meminta petunjuk kepada Allah atas kekurangan-kekurangannya.

Doa Nabi Musa

﴿قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي ۝ وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي ۝ وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي ۝ يَفْقَهُوا قَوْلِي﴾

Wahai Tuhan, lapangkanlah dadaku, mudahkan urusanku, lepaskan keluhnya lidahku sehingga menjadi fasih bicara agar mereka paham ucapanku. QS. Thaha [20]: 25–28

Pelajaran:
• Dari doa tersebut terbukti bahwa Nabi Musa tetap menjalankan perintah Allah.
• Begitu juga dengan kita, Hindari mental block atau mental lemah. Jangan mundur dan menjadikan kekurangan sebagai alasan.

Asy-Syu‘arā’: 13 —> Nabi Musa meminta agar Nabi Harun ikut bersamanya.

“sehingga dadaku terasa sempit dan lidahku tidak lancar, maka utuslah Harun (bersamaku).” Asy-Syuara: 13

Faidah Surat Asy-Syu‘arā’

  1. Keberhasilan dakwah tidak cukup hanya kita paham dan punya dalil. Tapi perlu juga memiliki kemampuan menyampaikan ilmu.
  2. Bolehnya menunjuk orang yang lebih fasih, tutur kata lebih rapi, dan mimik wajah yang menyenangkan ketika berdakwah agar kebenaran bisa sampai dan terlaksana.

Sehingga perdebatan atau bantah-membantah bukan inti dakwah, melainkan hanya jika benar-benar dibutuhkan.

Agama adalah keyakinan untuk bertemu Rabb-nya, bukan untuk diperdebatkan.

  1. Tawadhu‘nya para nabi.

Sebagaimana Nabi Musa yang mengenali kelemahan dirinya dalam berdakwah.

  1. Dakwah membutuhkan kerja sama.

Sebagaimana Nabi Musa kepada Nabi Harun terutama untuk perkara-perkara besar.

Tidak ada manusia yang memahami semua perkara agama kecuali Rasulullah.

  1. Mengeluhkan kesulitan kepada Allah tidak bertentangan dengan tawakal dan kesabaran. Justru ini yang disenangi Allah.

Sebagaimana juga Nabi Zakariya yang mengeluhkan kondisi dirinya dan istrinya kepada Allah.

Spread 3–4

Tanggapan Allah kepada Nabi Musa dan Harun

Allah menyemangati Nabi Musa dan Harun bahwa Allah akan membela mereka dan janganlah takut.

﴿قَالَ لَا تَخَافَا إِنَّنِي مَعَكُمَا أَسْمَعُ وَأَرَى﴾

Dia (Allah) berfirman, ‘Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku bersama kamu berdua, Aku mendengar dan melihat. QS. Thaha [20]: 46

Pelajaran Aqidah

Pelajarilah Aqidah Ath-Thahawiyah agar kokoh pijakan hidupnya. Sebagaimana kokohnya Nabi Musa yang tetap mendakwahi fir’aun meskipun pada awalnya ia merasa takut/khawatir.

Allah memerintahkan kepada Musa dan Harun untuk menemui Fir’aun dan menyampaikan kepadanya dengan ucapan yang santun agar ia bisa mengambil pelajaran.

﴿فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى﴾

Berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir’aun) dengan perkataan yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut. QS. Thaha [20]: 44

Faidah

Fir’aun melakukan dosa besar —> Mengaku sebagai tuhan.

Namun Allah tetap memerintahkan mereka berdakwah dengan kelembutan.

Maka terlebih lagi ketika berdakwah kepada saudara sesama muslim.

Berdakwah secara lembut= tetap mendakwahi tentang kesyirikannya, luruskan tauhid dan kesalahannya.

﴿لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى﴾

mudah-mudahan dia sadar atau takut. QS. Thaha [20]: 44

Dialog Nabi Musa dan Fir’aun

  1. Penegasan Nabi Musa

﴿إِنَّا رَسُولُ رَبِّ الْعَالَمِينَ﴾

Sumber: QS. Asy-Syu‘arā’ [26]: 16

Untuk membantah bahwa Fir’aun bukan rabb.

  1. Permintaan Nabi Musa

﴿أَنْ أَرْسِلْ مَعَنَا بَنِي إِسْرَائِيلَ﴾

Lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersama kami. QS. Asy-Syu‘arā’ [26]: 17

Nabi Musa meminta agar bisa membawa bani israil bersamanya hijrah dari pembudakan Fir’aun (dalam hal ibadah dan diri) ke negeri Syam agar terbebas, merdeka, hanya tunduk dan patuh kepada Allah.


Syubhat Fir’aun

Fir’aun bersyubhat:

“Engkau dibesarkan di sini, saya jaga kamu, bahkan kamu pernah membunuh. Mengapa sekarang kamu menyerang saya?”

  • Hati manusia akan selalu condong kepada orang yang berbuat baik kepadanya, sehingga fir’aun bersyubhat demikian.
  • Dan mendengar tersebut Musa mengingat kebaikan Fir’aun. Akan tetapi Musa menepis perasaannya dan memenuhi panggilan Allah.

Jawaban Nabi Musa

﴿فَعَلْتُهَا إِذًا وَأَنَا مِنَ الضَّالِّينَ﴾

“Ya, aku benar melakukannya dan aku dahulu termasuk orang yang tersesat sebelum mendapat wahyu.”QS. Asy-Syu‘arā’ [26]: 20

  • Dan hanya orang jujur yang berani mengakui kesalahannya di depan orang yang akan didakwahi.

Allahu a’lam

Dina Safitri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *