[KAJIAN]: Suara Hati Seorang Anak
Pemateri: Ustadz Muflih Safitra
Tempat: Masjid Nur Salma, Centennial Tower
Tanggal: Sabtu, 9 Agustus 2026

Hak Anak
Di antara hak anak yang perlu ditunaikan oleh orang tua:
1. Diberi ibu yang baik.
2. Diberi nama yang baik.
3. Diberikan pengajaran agama yang baik.
⸻
SUARA HATI SEORANG ANAK
- “Ketika Aku Gagal”
Kegagalan menunjukkan bahwa manusia tidak ada yang superior. Segala sesuatu yang terjadi berada di bawah kehendak Allah ﷻ.
Ketika aku gagal, aku ingin agar ayah dan ibu tidak menyalahkanku, tetapi mendampingiku dalam kegagalanku.
Dalam kehidupan, seseorang memang membutuhkan sesekali kegagalan. Kegagalan dapat menjadi sarana agar seseorang tidak menjadi sombong. Selain itu, ketika orang tua mendampingi anak yang sedang gagal tanpa menghakimi, dapat terbangun bonding dan kedekatan antara orang tua dan anak.
Jadilah orang tua yang mampu mendampingi anak dan meyakinkannya bahwa pilihan Allah ﷻ adalah yang terbaik.
Sampaikan kepada anak dengan penuh keyakinan firman Allah ﷻ:
QS. Al-Baqarah: 216
وَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ خَيْرٌۭ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ شَرٌّۭ لَّكُمْ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Artinya:
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah: 216)
Biarkan anak mengalirkan tangis dan kekecewaannya. Jangan terburu-buru mematikan kesedihannya. Tetap dampingi dan semangati agar ia kembali optimis serta yakin bahwa Allah ﷻ memiliki pilihan terbaik untuknya.
⸻
- “Boleh Mengatakan dengan Tegas, tetapi Santunlah dalam Menyampaikan”
Tegas tidak sama dengan galak.
Tegas berarti bersikap sesuai dengan tata aturan yang telah ditetapkan.
Ketika orang tua sudah memiliki aturan, maka harus tegas dan konsisten. Jangan selalu mengikuti tantrum anak, karena terkadang anak dapat belajar bahwa menangis, memohon-mohon, atau mengamuk dapat membuat orang tua mengubah keputusan. Jika pola tersebut berhasil, anak dapat mengulanginya di kemudian hari.
Namun, ketegasan tetap harus disampaikan dengan santun dan penuh kasih sayang.
Jangan menyampaikan aturan dengan cara yang galak dan kasar. Sikap yang terlalu keras dapat membuat anak merasa tidak nyaman dan akhirnya menjauh dari rumah maupun orang tuanya.
Allah ﷻ berfirman:
QS. Ali ‘Imran: 159
فَبِمَا رَحْمَةٍۢ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَٱعْفُ عَنْهُمْ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى ٱلْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَوَكِّلِينَ
Artinya:
“Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.”
(QS. Ali ‘Imran: 159)
Ketegasan diperlukan dalam mendidik, tetapi kelembutan tetap menjadi bagian penting dalam cara menyampaikannya.
⸻
- “Aku Tahu Aku Harus Sayang kepada Adik, tetapi Aku Juga Punya Hak”
Anak perlu diajarkan untuk menyayangi adiknya. Namun, bukan berarti seluruh haknya harus selalu diberikan atau dikalahkan demi adiknya.
Aku juga memiliki hak yang perlu dijaga.
Hal ini penting agar ketika berada di luar rumah, anak mampu mempertahankan haknya dan tidak selalu mengalah ketika ada orang lain yang merampas haknya.
Mengajarkan anak berbagi bukan berarti mengajarkan anak untuk selalu mengorbankan dirinya.
⸻
- “Sisihkan Waktu untukku, Ayah dan Ibu. Jangan Terlalu Sibuk”
Anak membutuhkan kehadiran dan perhatian orang tua, bukan hanya pemenuhan kebutuhan materi.
Sisihkan waktu untuk anak. Hadirlah untuk mendengarkan cerita, menemani, dan membangun kedekatan dengannya.
Jadikan pelukan dan ciuman sebagai rutinitas.
Kasih sayang yang ditunjukkan secara nyata akan membuat anak merasa dicintai, aman, dan memiliki tempat untuk kembali.
⸻
- “Aku Ingin Punya Rasa Percaya kepada Orang Tua”
Anak ingin memiliki rasa percaya kepada ayah dan ibunya.
Namun, terkadang orang tua tidak mau terbuka atau bahkan sering berbohong kepada anak. Jika hal tersebut terus terjadi, anak dapat kehilangan kepercayaan kepada orang tuanya.
Akibatnya, anak dapat mengalami krisis kepercayaan terhadap orang tua.
Karena itu, bangunlah kepercayaan dengan kejujuran dan keterbukaan yang sesuai dengan usia anak.
⸻
- “Aku Ingin Orang Tuaku Disiplin”
Aku ingin belajar disiplin, tetapi terkadang justru orang tua yang membuat kedisiplinan menjadi berantakan.
Misalnya, anak diajarkan untuk tidak terlambat, tetapi orang tua sendiri sering terlambat.
Anak tidak hanya mendengar nasihat orang tua, tetapi juga melihat dan meniru perilaku orang tua.
⸻
- “Aku Ingin Agar Orang Tuaku Adil”
Anak ingin orang tuanya berlaku adil.
Adil bukan berarti memberikan segala sesuatu dengan jumlah yang sama kepada setiap anak, tetapi memberikan sesuatu kepada seseorang sesuai dengan haknya.
Orang tua perlu memahami kebutuhan dan hak masing-masing anak serta tidak membanding-bandingkan mereka.
⸻
- “Aku Ingin Agar Orang Tuaku Bisa Menjadi Teladan untukku”
Anak membutuhkan keteladanan, bukan hanya nasihat.
Contohnya:
Di sekolah, anak diajarkan untuk menghafal Al-Qur’an dan diajarkan untuk mengumandangkan azan serta pergi ke masjid untuk shalat.
Namun di rumah, anak melihat ayahnya sibuk dengan HP, tidak pergi ke masjid, atau bahkan terlambat melaksanakan shalat.
Anak akan menangkap ketidaksesuaian antara apa yang diajarkan dan apa yang dicontohkan.
Karena itu, orang tua harus berusaha menjadi teladan bagi anak-anaknya.
⸻
- “Aku Ingin Menentukan Pilihanku”
Anak ingin didengarkan.
Ia ingin orang tua mau mendengarkan keinginannya, pendapatnya, dan pilihannya.
Mendengarkan bukan berarti selalu mengikuti semua keinginan anak. Namun, anak perlu diberi ruang untuk menyampaikan apa yang ia rasakan dan inginkan.
Dengan demikian, anak belajar bahwa pendapatnya dihargai sekaligus belajar bertanggung jawab atas pilihan yang dibuatnya.
⸻
- “Aku Ingin Agar Aku Didoakan oleh Orang Tuaku”
Anak ingin didoakan oleh ayah dan ibunya.
Terkadang ada satu anak yang memiliki kondisi atau karakter yang berbeda dengan saudara-saudaranya. Jangan jadikan perbedaan tersebut sebagai alasan untuk membanding-bandingkannya.
Harapan anak adalah agar orang tuanya mendoakan kebaikan untuk dirinya, bukan membandingkannya dengan anak yang lain.
Tiga doa yang mustajab dan tidak diragukan kemustajabannya:
1. Doa orang yang terzalimi.
2. Doa seorang musafir.
3. Doa orang tua untuk anaknya.
Doa orang tua memiliki kedudukan yang besar. Karena itu, hendaknya orang tua berhati-hati dengan lisannya dan membiasakan diri mendoakan kebaikan untuk anak-anaknya.
⸻
Catatan Penutup
Anak tidak hanya membutuhkan orang tua yang mampu memenuhi kebutuhannya, tetapi juga orang tua yang hadir, mendengarkan, menyayangi, berlaku adil, konsisten, dan menjadi teladan.
Terkadang yang ingin disampaikan anak sangat sederhana:
“Ayah, Ibu, aku tidak meminta kalian menjadi orang tua yang sempurna. Aku hanya ingin kalian hadir, mendengarkanku, membimbingku dengan lembut, dan mendoakanku.”







