budget traveling, Review hotel

Review Lorent La Villa Padang, Tempat Refreshing yang Instagrammable Banget!

Review hotel lorent la villa padang

Review hotel lorent la villa padang

Assalamu’alaikum..
Halo semuanya, pada postingan kali ini, saya akan membahas tentang perjalanan kami ke Padang awal bulan Agustus lalu dan juga review Lorent La Villa (tempat kami menginap saat di Padang). Pheww, akhirnya bisa diposting juga menjelang expirednya domain mbakdina.com (semoga jangan sampai expired ya, hihi). Postingan ini udah sekian lama nangkring di draft karena satu dan lain hal, jadi berasa lega banget ketika udah publish, hehe.

Langsung aja ya..

Tujuan traveling kami kali ini adalah ke Padang, karena Alhamdulillah saat itu kami dapat tiket promo dan juga memang suami sudah lama berkeinginan untuk bisa ke Padang. Kalau saya mah ngikut-ngikut aja, hihi.

Kebetulan di Padang ada teman kuliah suami yang Alhamdulillah bersedia meminjamkan motornya kepada kami, untuk memudahkan akomodasi selama di Padang. Terlebih lagi, untuk menuju ke hotel yang kami pilih (Lorent La Villa), memang hanya bisa menggunakan sepeda motor.

Alhamdulillah penerbangan cukup lancar, kami sampai di Bandara Minangkabau, Padang dengan selamat. Setelah mengambil bagasi, kami pun bersiap menuju ke rumah temannya suami di daerah Lubuk Buaya untuk meminjam motor. Dari bandara kami memutuskan untuk naik taksi online.

Baca juga cerita traveling kami yang lain:

Newbie Backpacker: Pengalaman Pertama ke Luar Negeri

​Nekat: Jalan Kaki Menyeberangi Batas Negara (Border Immigration) Thailand-Malaysia

Family Trip, Itinerary to Penang and Phuket 5D4N

Ke Batam Ngapain Aja?

Perjalanan ke Pulau Samosir

Sesampainya di tujuan kami pun memperkenalkan diri ke keluarga teman suami, karena saat itu temannya sedang bekerja di luar kota sehingga kami hanya bertemu dengan keluarganya saja. Orang tua teman suami tersebut menawarkan kami untuk beristirahat terlebih dahulu, karena katanya jarak antara rumah beliau dengan penginapan kami ini cukup jauh (dari ujung ke ujung). Mengingat badan yang memang sudah tepar banget karena sudah kecapekan sebelum berangkat, akhirnya kami pun mengiyakan tawaran beliau. Aisy juga terlihat cukup kelelahan. Kami semua tertidur pulas sampai sekitar jam 2 siang.

Singkat cerita, sekitar pukul 4 sore kami pun pamit menuju ke penginapan. Karena dari hasil searching di google penginapan kami ini di daerah yang sangat terpencil dan minim penerangan, jadi sangat tidak disarankan kesana malam hari, terlebih lagi jika baru pertama kali kesana.

Baca juga review hotel lainnya:

[Review]: Budget Rooms di Phuket, Thailand

[​Review] Hotel Pandanaran Jogja

[Review]: Zen Rooms at GGi Hotel Batam

Review Asean International Hotel, Medan (Nginap di Hotel Bintang 4 CUMA 10 ribuan aja!)

Lorent La Villa ini tidak terlalu jauh dari kampus Universitas Andalas, mungkin hanya sekitar 10-15 menit berkendara dengan sepeda motor. Lokasinya sendiri masuk di daerah Lambung Bukit. Untuk mennuju ke penginapan ini kami mengandalkan google map, walaupun di peta google map jalannya terlihat terputus, dan benar saja ternyata memang jalannya sangat kecil dan curam, makanya mungkin tidak terdeteksi di map, heu.

Review hotel lorent la villa padang
Hanya ada satu jalan dan di map dan terlihat terputus meskipun sudah dizoom

Kami sampai ke lokasi saat waktu maghrib. Jalanannya lumayan mencekam dan menegangkan apalagi kalau hari sudah gelap. Disini juga terdapat banyak anjing liar, karena memang kawasan perbukitan dan minim penduduk. Jalanan sama sekali belum di aspal dan lampu penerangan hanya ada di tempat-tempat yang dekat dengan rumah penduduk.

Begitu sampai, kami pun reservasi pemesanan kami. Oh iya, sebelumnya kami memang telah memesan selama 2 malam, tentunya dengan harga diskon, jadi per malamnya ‘hanya’ Rp 100.000,- dengan fasilitas yang lumayan, terlebih karena ada kolam renang (kalau di Padang harga segini termasuk murah, karena rata-rata penginapan di Padang harganya lumayan mahal, hiks).

Alhamdulillah saat itu kami sudah menyiapkan bukti pemesanan kami (karena katanya jika kita tidak menunjukkan bukti pemesanan dalam bentuk hard copy, kita tidak akan dilayani, sedih banget kan kalau udah jauh-jauh eh ‘ditolak’). Pelajarannya adalah, selalu usahakan membawa print out bukti pemesanan kita dimanapun kita akan menginap, hehe.

Kami pun dipersilahkan masuk ke kamar yang telah disediakan. Desain kamarnya sendiri seperti guest house dengan tiga kamar terpisah pada satu ruangan, disana juga ada wastafel, dan juga 1 kamar mandi (untuk tiga kamar).

Review hotel lorent la villa padang
Bagian depan kamar

Sedihnya kamar-kamar ini nggak ada kuncinya (hanya bisa dikunci dari dalam), jadi saya pribadi kurang merasa secure. Alhamdulillahnya, ketiga kamar tersebut saat itu kosong, alias hanya kami yang menempati, jadi nggak terlalu parno, hehe.

Review hotel lorent la villa padang
Ini kamar yang versi mahalnya. Ada kipas angin dan 1 kamar mandi di dalam per 1 kamar, yang kamar sendiri malah lupa ga difoto ;p

Di kamar yang kami tempati hanya tersedia kasur ukuran double, kelambu, meja, dan gantungan baju saja. Tanpa kipas angin maupun AC. Tapi Alhamdulillah selama disana kami ga merasa kegerahan sih, nyamuk juga alhamdulillah nggak banyak bahkan kehadirannya nggak terasa, hehe.

Di hari pertama karena begitu sampai hari sudah gelap, jadi kami hanya istirahat saja di kamar. Begitu masuk kamar, kami langsung tertuju pada tempelan di dinding kamar tentang jadwal hidupnya generator. Ternyata di Lorent La Villa belum ada listrik dan masih mengandalkan generator, sehingga listrik memang hanya tersedia di jam-jam tertentu, yaitu pada jam 7 sampai 10 pagi dan jam 6 sore sampai tengah malam. Ini jadwal yang tertulis, realitanya tidak selalu sesuai jadwal, meskipun memang tetap menyala 2 kali sehari.

Jadi bagi yang berkeinginan untuk menginap disini terutama jika lebih dari 1 malam, ada baiknya membawa banyak amunisi berupa charger dan kabel data, powerbank, dan juga laptop, supaya nggak kehabisan baterai di tengah-tengah hari. Saat itu qaddarullah kami sering kehabisan baterai karena kurang persiapan, jadi ya sayang aja sih. Apalagi kalau kesini niatnya untuk foto-foto.

Ngomong-ngomong soal foto-foto, memang Lorent La Villa ini terkenal sebagai lokasi untuk foto yang instagramable. Memang cantik sih, dan kerasa banget suasana back to nature-nya, masyaAllah. Nggak tanggung-tanggung, setiap tamu yang memasuki kawasan Lorent La Villa ini, diharuskan untuk membayar Rp 50.000 per orang (termasuk anak-anak sekalipun), baik hanya untuk berenang, foto-foto, maupun hanya ikut masuk saja. Kalau tamu hotel sudah nggak perlu bayar lagi sih, bisa puas-puasin berenang dan foto-foto disana, hehe.

Pagi harinya, suami mencari sarapan di sekitar hotel. Alhamdulillah ada warung lontong Padang yang tidak jauh dari hotel. Harganya juga cukup murah, hanya 5 ribu per porsi. Porsinya lumayan banyak dan ada bumbu kacang di kuahnya. Meskipun kepedasan, tapi enak banget, masyaAllah. Soalnya sampai saat ini saya belum bisa jatuh cinta dengan lontong disini (Aceh Tenggara), tapi begitu coba lontong padang langsung suka, hehe.

Review hotel lorent la villa padang
Lontong Padang, enak banget deh, masyaAllah

Setelah sarapan, kami memutuskan untuk foto-foto dan berenang, karena kolam renangnya tidak ada petugas jaga dan kami tidak diwajibkan menggunakan pakaian renang. Kebetulan juga saat itu sedang sepi, hehe. Selesai berenang kami istirahat di kamar. Sore harinya kami berkeliling kota Padang dan baru sampai di hotel lagi sekitar pukul 8 malam, sudah cukup gelap dan sebenarnya sangat riskan melalu jalan setapak ini di malam hari (nggak lagi-lagi deh keluar malam-malam di tempat yang begini kondisi jalanannya, hehe).

Keesokan paginya, kami kembali foto-foto (karena keterbatasan powerbank dan baterai cepat habis, kemarin kami belum terlalu banyak foto-foto spot-spot disini) dan renang, wkwk. Setelah itu kami bersiap untuk check out untuk menuju ke penginapan lain di daerah andalas timur yang juga sudah kami booking jauh-jauh hari, hehe.

Berikut ini beberapa foto yang kami ambil selama di Lorent La Villa

Lorent La Villa Padang
Poolnya ada 2 side, salah satunya kedalaman sekitar 1,5 m atau 2 m (lupa)
Lorent La Villa Padang
Yang diatas itu semacam ayunan bertirai gitu, tjakep^^
Lorent La Villa Padang
Cafetaria​ dan juga ruangan untuk belajar bahasa Inggris (kampung english)
Lorent La Villa Padang
Ada suraunya juga, cuma kubahnya nggak kefoto, ada tenda2 juga, ada ayunan, pokoknya puas deh disini, banyak spot kecenya, hehe

Kalau ditanya puas enggaknya selama menginap disini, kami sih puas banget Alhamdulillah, karena tempatnya memang sangat cocok buat refreshing, tidak hanya bagi pendatang, tapi juga bagi penduduk Padang, hehe. Tapi sayangnya saat itu sempat mengalami kejadian yang kurang menyenangkan disini, yaitu saat mandi tiba-tiba airnya berhenti mengalir, hiks. Terpakasa deh ala kadarnya banget saat mandi.

Memang listrik masih menjadi kendala sih disini. Tapi sebagai pengunjung, kami juga nggak bisa menuntut pihak hotel untuk selalu menyediakan listrik sih. Mengingat harga per malam dan fasilitas hotel sudah cukup baik (terlebih di daerah yang sangat terpencil seperti ini). Selain itu, si adik pemilik hotel ini juga cerita langsung ke suami kalau sebenarnya income dari hotel ini masih pas-pasan karena tamu juga masih belum terlalu banyak, ditambah lagi untuk investasi biaya generator dan perawatan lainnya.

Well, itu dia review dari saya. Bagi yang penasaran dengan tempatnya, buruan deh kesana biar penasarannya terobati, haha. Kalau kepo sama foto-foto kece di Lorent La Villa, bisa juga cek di ig pakai hashtag, supaya tambah mupeng dan penasaran, hihi. Anyway ini review murni ya, alias bukan paid review dan review setiap orang bisa jadi berbeda-beda.

Ada yang sudah pernah atau berencana kesini? Atau ada tempat yang serupa di sekitar tempat tinggal teman-teman? Feel free to share di kolom komentar yes^^.

Salam,

Dina Safitri

2 thoughts on “Review Lorent La Villa Padang, Tempat Refreshing yang Instagrammable Banget!

Leave a Reply