In this blog

  1. Motherhood & Parenting, click:

parenting

2. Traveling, click:

3. Review, click:

review mbakdina.com

 

My other blogs

Bahasa Arab, Curhat, Islam, Tips

Untaian Pesan (Khususnya) Untuk Calon dan Para Mahasiswa-Mahasiswi UGM

Ini sebenarnya copasan postingan dari blog UGM saya, berhubung semingguan yang lalu blognya mendadak tidak bisa diakses san mager banget mau back up jalur migrasi, akhirnya nitip copas disini aja biar nggak nyesek-nyesek banget kalau mendadak blognya dinonaktifkan.

Assalamu’alaikum, Halo.. Dina’s here, alumni S1 UGM angkatan 2009-2014, dan saat ini sudah tahun 2026, artinya sudah 12 tahun berstatus alumni alias anggota KAGAMA, hehe.
Iseng buka blog UGM ku ini dan ternyata masih aktif, seneng banget.

Di blog yang mungkin ramenya dikunjungi mahasiswa yang lagi cari bahan nugas ini, aku mau share sedikit nasihat/wejangan atau petuah, duh ketahuan umurnya udah jauh banget ya sama kalian para Gen Z adek-adek tingkatku hihihi.

Intinya manfaatkan waktu kalian di Jogja jangan hanya untuk kuliah. Bagi kalian yang muslim, coba main-main ke kampung Pogung dekat fakultas teknik. Vibesnya adem banget, adzannya syahdu, penghuni-penghuninya ramah dan banyak kajian islam yang sekalinya datang bikin nagih, bikin merasa haus terus dengan ilmu.

Nah bagi para ortu yang khawatir anaknya terjebak pergaulan bebas, bagi mahasiswa maupun calon mahasiswa yang mau ngekos coba ngekos di area pogung, sebagai alumni pogung aku sangat merekomendasikan area ini, kenapa?

1. Banyak masjid dan masjidnya banyak menyelenggarakan kajian islami sesuai sunnah baik kajian rutin maupun daurah, ada iftar berjamaahnya juga, bahkan di 10 hari terakhir ramadhan juga ada program I’tikaf.
Jadi, selain encer dalam hal kuliah, hati kita juga (semoga) senantiasa segar dan tumbuh karena sering dipupuk dengan ilmu yang bermanfaat terutama untuk akhirat kita. Beberapa masjid yang banyak kajian sunnah, yaitu: Masjid Pogung Dalangan (MPD), Masjid Pogung Raya (MPR), Masjid Al Ashri Pogung Rejo, Masjid Siswa Graha (MSG). Disclaimer dulu, yang kuspill ini kondisi ketika aku masih disana ya, mungkin beberapa ada perubahan, tapi terakhir kesana masih ada kok kajian dll nya.

2. Cari @wismamuslimyogya dan @wismamuslimahyogya dan daftar.
Wisma ini adalah kos-kosan islami dengan program-program yang sangat menguntungkan untuk akhirat kita. Ada program hafalan al qur’an, hadits, doa, dan untuk belajar disiplin ada piketnya juga. Dan ohiya ada perpustakaannya. Terkadang kajian juga dilaksanakan di wisma-wisma ini. Langsung cek IGnya aja ya.

Dan kalau nih misalnya nggak keterima di wisma (karena ada seleksinya), coba cari kos yang dekat dengan wisma atau masjid seperti MPR dan MPD.

3. Banyak kelas untuk upgrade agama kita
Misalnya: Kelas bahasa arab dengan berbagai levelnya dari Ma’had Umar bin Khatab (mubk), kelas tahsin maupun tahfidz di Kampus Tahfidz Yogyakarta, dan Ma’had ilmi (kelas diniyyah)

4. Kuliner banyak dan murah

Kalau masuk wisma sulit, minimal coba deh join kelas-kelas yang tadi sudah kuspill. Oiya ini murni review pribadiku, nggak diendorse apapun, cuma sharing pengalaman aja.

1. MUBK/Ma’had Umar bin Khatab
Ngapain sih belajar bahasa arab? Same here, aku dulu pernah mempertanyakannya juga, bahkan awal masuk MAN (madrasah aliyah) karena ini sekolah negeri yang terdekat dari rumah, diawal-awal aku sempat nangis-nangis karena pelajaran bahasa arab, wkwkwk.

Pas udah dijalani ternyata nggak semenyeramkan itu, justru bahasa arab ini yang menjadi wasilah/perantara kita mendalami al qur’an, jadi ngajinya bukan hanya sekedar membaca rangkaian huruf hijaiyah tapi mulai paham sedikit-sedikit ayat yang sedang dibaca membahas tentang apa.

Saran daftar kelas nahwu lalu sharaf dan lanjutkan dengan kitab mulakhosh supaya lebih “kaya”.

2. Setelah selesai kelas nahwu dan sharaf, coba daftar kelas Ma’had Ilmi
Disini kita belajar sepaket lengkap mulai dari Aqidah, Fiqh, Tahsin, Baca Kitab apalagi ya aku lupa. Dan ini tuh ustadznya datang ke wisma (pakai hijab/pembatas/penutup) jadi makanya enak banget kalau kalian tinggal di wisma kan? Kalau engga juga gapapa kan setiap langkah untuk menuntut ilmu Allah ganjar dengan pahala.
Berhubung ada baca kitab bahasa arab gundul tanpa harakat (pada saat itu ya), jadi saranku habis selesai kelas bahasa arab nahwu dan sharaf buagus lagi sampai mulakhosh mending langsung daftar kelas ma’had ilmi, biar waktu baca kitab gundul cas cis cus. Kalau masih terbata-bata gimana? insyaAllah nggak papa, aku juga sangat terbata-bata sekali, mana absen pertama jadi berasa dirujak banget, tapi nggak papa, seru dan sangat sangat worth it.

Mungkin saat kalian menjalani kelas-kelas ini yang terlihat hanya bermanfaat ketika ikut kelas-kelas lanjutan, tapi jangan salah. Aku merasa sangat beruntung sekali ikut kelas-kelas tersebut, terutama di kondisi saat ini setelah menjadi istri dan ibu yang tentu saja waktu luangnya nggak sebanyak ketika masih menjadi mahasiswa.

Faktanya, walaupun saat kuliah merasa jurusanku padat banget, full praktikum dan bikin laporan praktikum tiap hari, harus sehat terus karena mayoritas praktikum tanpa inhal, tugas jurnal dan presentasi dari dosen dan kesibukan-kesibukan lain, tapi ternyata setelah menikah yang tampak permukaan tidak sibuk ternyata justru sangat-sangat sulit mengatur waktu terutama untuk belajar dan hafalan, harus benar-benar dengan paksaan dan tidak semudah itu hafalan menempel jika dibandingkan ketika di bangku kuliah dulu.

Jadi bagi kalian yang masih berstatus mahasiswa, apalagi kalian masih baru masuk, semangat ya untuk menuntut ilmu, semoga kepayahan dan kepadatan yang kalian usahakan saat ini berbuah manis suatu saat nanti, terutama di JannahNya kelak.

Man salaka thoriqon yaltamisu fiihi ‘ilman, sahhalallahu lahu bihi thoriqon ilal jannah (HR. Muslim)

Artinya: Barangsiapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.

Sahhalallahu umuuranaa fii khoirin

Dina Safitri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *