#BPN30DayChallenge2018, Curhat

5 Kenangan Masa Kecilku

Kenangan masa kecil

Phewww, tema beberapa hari ini kayaknya mengajak saya untuk flashback ke masa lalu. Kali ini ngomongin tentang kenangan masa kecil. Pasti buanyak banget lah ya kenangan masa kecil, apalagi semakin berumur, pasti semakin banyak kenangannya, hehe.Berikut ini beberapa kenangan masa kecil saya yang masih menempel di ingatan:

 

1. Paling Nggak Suka Main Petak Umpet

Dulu, saat kecil saya posisinya hampir selalu jadi anak bawang. Anak bawang itu kadang dibebastugaskan, tapi terkadang malah jadi ‘korban’, huhuhu. Dan daridulu saya paling nggak suka sama permainan petak umpet. Ketika jadi yang ‘jaga’ itu berasa sendirian, berasa seolah-olah yang lain itu saling ‘berkomplot’ biar nggak ketahuan sama yang baru ‘jaga’. Dan saya nggak suka. Titik, hehe.

2. Dapat Reward Es Krim

Saat SD dulu, ketika ada gigi saya yang goyang, ibu saya menjanjikan akan membelikan es krim jika saya mau cabut gigi. Emang lah ya, berurusan dengan gigi itu kok rasanya nakutin. Nggak dulu nggak sekarang pasti deg-degan kalau baru ada tindakan di klinik dokter gigi, huhu. Dulu es krim favorit saya adalah Wall’s Populaire. Kalau habis cabut gigi pasti minta es krimnya yang itu.

3. Ke Fast Food Setiap Kenaikan Kelas

Jaman SD dulu, setiap selesai terima rapor, biasanya ibu saya mengajak kami ke mall Malioboro. Buat beli baju yang baru diskon, wkwk. Dan juga makan di resto fast food. Biasanya sih kami makan di McD. Mungkin ibu saya memberikan semacam reward gitu kali ya untuk saya dan kakak saya. Happy banget jaman-jaman itu, masyaAllah, jazaahallah khoiran.

4. Nggak Ikut Olahraga dan Seni Tari Saat SD

Dulu, saya itu murid pindahan dari Aceh ke Jogja. Dina kecil dulu sangat pemalu sekali (sekarang juga masih sih kayaknya), sampai-sampai kalau mata pelajaran Seni Tari nggak pernah ikut, begitu juga kalau mata pelajaran olahraga. Biasanya kalau olahraga saya Cuma duduk aja di sudut lapangan sambil ngelihatin teman-teman.

5. Pecinta Kucing

Minyunga'
Perkenalkan ini Unga’ dan anak-anaknya, kucing kesayangan saya saat kuliah

Saat kecil dulu kami hampir selalu melihara kucing dimanapun kami tinggal. Mungkin karena sejak kecil sering berinteraksi dengan kucing jadinya ya sayang banget sama kucing.

Dulu saat di Aceh, kami memelihara kucing. Berdasarkan cerita ibu saya, saking sayangnya saya sama kucing, sampai-sampai kitten yang baru lahir saya ajak tidur di kamar, saya peluk-peluk, dsj. Mungkin ibu saya khawatir hal tersebut membahayakan kesehatan saya, jadi akhirnya kucing itu diam-diam dibuang. Dan jadilah saya ngambek, nggak mau makan, nggak mau ngomong, entah berapa lama, huhu. Maafin Adin ya, ma…

Kayaknya dicukupkan 5 aja kali ya, belum tentu juga ada yang berkenan baca postingan curhat begini, pffftt. Semoga postingan-postingan begini nggak dianggap spamming dan masih ‘enak’ untuk dibaca yaa, hihihi.

Salam,

Dina Safitri

Tagged , , ,

About Dina Safitri

Moslemah, an ISFJ personality, lifestyle blogger, mom of 2H. For business inquiries kindly contact me at: me@mbakdina.com or WA +6282277355412
View all posts by Dina Safitri →

Hi, thanks for stopping by. Don't forget to leave your comment here, ok? :)