curhat, food technology, resep, tips, tutorial

🍕Pizza I'm in ♥

Kalau ditawarin suami mau makan apa, pasti jawaban saya Pizza. Padahal di tempat kami tinggal tidak ada yang menjual Pizza, pizza ala-ala aja nggak ada, apalagi resto pizza ‘beneran’ ;D

Entahlah, mungkin saking sukanya saya dengan Pizza jadi terbawa ke alam bawah sadar saya.

Kalau ada yang bertanya apa makanan favorit saya, Pizza pasti berada di urutan pertama.

Yes, I Do Love Pizza.

resep pizza happycall

Pizza nenyimpan kenangan tersendiri dalam memori saya.

Kalau tidak salah ingat, saat itu saya akan menginjak kelas 5 di sebuah sekolah dasar di kota Yogyakarta. Seperti biasa, setelah penerimaan rapor, mama pasti mengajak saya dan kakak ke toko buku favorit. Kakak biasanya membeli buku bacaan atau novel, sedangkan buku yang saya pilih dari tahun ke tahun selalu sama. Komik doraemon. Yap, semenjak kecil kecintaan saya pada kucing sangatlah besar. Karakter-karakter kucing pasti menjadi favorit saya, sebut saja Doraemon, Chii’s Sweet Home, dan Luna-nya Sailor Moon ;D.

Kembali ke Pizza.

Tahun itu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Untuk ke toko buku favorit, kami memang selalu naik bis/angkot jalur 17. Jalur 17 ini melewati salah satu resto pizza yang cukup terkenal di Indonesia. Di tengah perjalanan, entah kenapa saya dan kakak tiba-tiba kompakan minta pizza. Mama yang dasarnya memang sayang banget sama anak-anaknya dan berusaha untuk selalu membahagiakan anaknya pun akhirnya luluh.

Iya, akhirnya kami turun di resto tersebut. Kami memesan dua mini pan pizza dan dua minuman. Betapa bahagianya kami saat itu, karena ini merupakan kali pertama kami makan pizza ‘beneran’.

Setelah selesai makan, kami beranjak ke toko buku yang tidak begitu jauh dari resto tersebut. Mama dengan nada sedih tapi juga bahagia karena bisa menyenangkan hati anaknya berkata, besok-besok nggak usah mampir kesini lagi ya? Kami pun setuju. Meskipun bahagia, terselip juga rasa bersalah dalam hati kecil kami. Bagaimana tidak, untuk memenuhi keinginan kami tersebut mama harus mengeluarkan uang hampir 100 ribu rupiah.

Saat itu uang 100 ribu sangatlah berarti bagi kami, karena kondisi ekonomi kami yang pas-pasan. Sungguh, sejak saat itu pizza menjadi makanan spesial dan penuh kenangan berkesan bagi saya. Terlebih lagi jika mengingat bagaimana pengorbanan dan besarnya rasa sayang mama terhadap kami. Semoga Allah juga menyayangi mama dan mengumpulkan kami kembali di JannahNya. Aamiin.

Semenjak saat itu kami tidak pernah lagi membeli pizza. Walaupun mama sesekali membuatkan pizza untuk kami. Ah, sungguh bahagianya kami saat itu.

Hingga akhirnya saya duduk di bangku SMA, saya mendapat kesempatan untuk kembali ke resto penuh kenangan itu. Ya, teman SMA saya-si kembar, begitu biasanya kami memanggil mereka ;D- mengundang saya dan seorang teman saya yang lainnya untuk makan di resto tersebut bersama keluarganya.

Saat itu sungguh saya bahagia bukan main ;p. Bisa puas makan pizza dan juga dikasih ‘oleh-oleh’ satu mini pan pizza untuk dibawa pulang. Sayangnya saat itu mama sudah tidak membersamai kami lagi, sehingga oleh-oleh tersebut saya bagi bersama kakak dan sepupu-sepupu saya.

Saat selesai pendadaran, saya dan teman sepenelitian saya pun sepakat ke resto pizza dekat kampus untuk ‘merayakan kelulusan’ kami. Iya, merayakan setelah penelitian yang mengharu biru kuning hijau ungu pink selama setahun lebih (normalnya cuma 4 sampai 6 bulan) *proyek dosen, skripsi berasa thesis, ciin.

Pizza bagi saya adalah makanan spesial yang menjadi lebih spesial ketika dimakan pada momen-momen spesial bersama dengan orang-orang spesial, baik keluarga, sahabat, maupun pasangan.

Hingga kini dan mungkin nanti, pizza akan tetap menjadi makanan favorit saya.

Dan pagi tadi, berbekal ‘nguprek-uprek’ resep dari cookpad, saya mencoba membuat Pizza untuk mengganjal perut karena kehabisan beras mengobati rasa kangen saya.
Ngomong-ngomong soal kangen, jadi ceritanya awal bulan ini suami pergi ke Kota Medan. Karena suami tahu kalau saya sukaa banget sama pizza, jadi saya dibeliin pizza. Buat oleh-oleh gitu ceritanya. Tapi, Qaddarullah pizza-nya ketinggalan di motor bibinya suami. Suami baru ingat ketika sudah perjalanan pulang kesini. Yah, mungkin memang belum rejeki saya ;D. Jadi ya saya coba buat sendiri (lagi) aja deh, hehe.

Sebenarnya saya sudah berkaaali-kali mencoba membuat pizza tapi belum pernah berhasil, wkwk. Mulai dari coba-coba resep yang katanya gampang, anti gagal, tanpa oven, bisa hanya dengan magic com, dan lain-lain, tapi begitu saya coba hasilnya mengecewakan. Entah sayanya yang nggak pintar masak atau resepnya yang kurang lengkap/detail, hihi.

Alhamdulillah pizza yang tadi saya buat bisa dikatakan cukup berhasil lho, *bangga, wkwk.

Nah, ini dia resepnya. Sengaja saya tambahkan sekelumit materi basic science food technology. Boleh ya? *ceritanya sekalian murajaah pelajaran kuliah ;p.

Barangkali ada yang lagi kangen sama pizza, silahkan dicoba resepnya ya. Resep ini hasil modifikasi dari dua resep di cookpad:

Baca juga: Resep Donat Simpel, Cocok Untuk Usaha

🍕Pizza Happycall Simple🍕

Bahan adonan/dough:

  1. 200 gram terigu protein sedang (saya pakai segitiga biru)
  2. 3 sdm minyak goreng
  3. ½ sdt garam
  4. 1 sdm ragi/yeast (saya pakai fermipan)
  5. ±100 ml air hangat untuk melarutkan ragi
  • Bahan Topping:
  1. Saos spaghetti (saya pakai Del Monte)
  2. Bubuk Oregano
  3. Lada hitam
  4. Keju Quick Melt/Cheddar
  5. Ikan di’suwir’
  6. Mayonnaise
  7. Sosis

Sebenarnya supaya lebih enak, bisa kita tambahkan mozarella, jagung manis pipil, potongan paprika dan nanas, tumisan jamur, ayam atau daging cincang dan bawang bombay, dan sejenisnya. Dijamin lebih ‘nendang’, hehe. Tapi kalau saya tadi cuma memanfaatkan apa yang ada di rumah, hehe.

  • Cara Membuat:
Pizza, step by step
Pizza, step by step

♥     Larutkan ragi dengan ±100 ml air hangat, diamkan  selama 15 menit sampai berbuih.

Sebenarnya untuk ragi jenis Dry Instant Active Yeast, seperti merk Fermipan ini tidak perlu dilarutkan ke air terlebih dahulu, karena bisa langsung dicampur dalam kondisi kering. Namanya juga Dry Instant. Tapi karena sekalian untuk testing apakah raginya masih segar dan ‘hidup’, maka ragi saya larutkan dalam air hangat. Jika ragi masih bagus, pasti akan muncul buih ketika dilarutkan dalam air hangat. Oiya, suhu air jangan terlalu panas ya, karena bisa menyebabkan ragi-nya mati/inactive.

♥     Campur terigu dengan garam dan minyak. Kemudian campurkan dengan air ragi (no. 1) hingga adonan kalis. Jumlah air menyesuaikan, tidak harus habis, asal adonan sudah kalis.

Kalis itu yang gimana sih? Kalis itu kondisi ketika adonan sudah konsisten. Adonan bisa dikatakan konsisten ketika semua bahan telah tercampur rata, permukaan adonan lembut, tidak lengket di tangan, dan ketika adonan ditarik akan sedikit ‘melar’ karena terbentuknya gluten, tergantung jenis terigu yang digunakan, semakin tinggi kadar proteinnya, akan semakin melar.

♥     Fermentasikan adonan dengan menutup adonan dengan kain basah. Diamkan hingga 1 jam atau ketika volume adonan  meningkat 2 kali lipat.

♥     Setelah 1 jam, ambil dan tinju adonan (gambar nomor 3 dan 4).

Hal ini berfungsi untuk mengeluarkan gas yang tidak terperangkap oleh gluten, protein yang terdapat pada terigu. Kenapa harus dikeluarkan? Karena kalau gas tidak dikeluarkan, ketika di panggang akan terbentuk ‘kawah’/’kopong’/lubang besar pada bagian tengah adonan dan bisa menyebabkan adonan dan toping ‘ambles’.

♥     Oles tipis happycall dengan minyak. Kemudian ratakan adonan pada happycall. Ketebalan menyesuaikan selera, kalau saya suka yang agak tebal.

Lalu tusuk-tusuk permukaan adonan  dengan garpu sehingga bumbu lebih meresap.

♥     Beri topping pada adonan

Kalau saya, dimulai dari saos spaghetti, suwiran ikan, lada, sosis, parutan keju, oregano, dan mayonnaise.

♥     Nyalakan kompor dengan api sekecil mungkin. Tutup happycall dan panggang selama 15-20 menit.

♥     Angkat dan taraaa.. pizza siap untuk dinikmati. Bisa disajikan dengan cocolan saos sambal, saos tomat, dan mayonnaise.

Hasilnya? Yummy dan nampol banget!

Resep pizza simple
Medium Pan Pizza a la Dina🍕

Healthy inside, Fresh outside Crumb inside, crust outside; Lembut di bagian atas dan dalam, krispy di bagian bawah.

Resep pizza simple
Satu aja nggak cukuup🍕

Simple kan? Masaknya juga bisa banget sambil ditinggal-tinggal, cocok buat mak-mak rempong kayak saya, hihi.

Semoga bermanfaat dan sukses bikin pizza-nya ya. InsyaAllah yang ini anti gagal, wkwk.

Sumber resep: disini dan disini

Salam,

dina's signature

♥Dina Safitri♥

8 thoughts on “🍕Pizza I'm in ♥

  1. aku juga suka pizza… 😉 tp memang pas ngerasain pizza asli italia, ga cocok sih mbak di lidah ;p hihihihi… mana rotinya tipis… smentara aku lbh suka pizza ala amerika yg tebel dan topping melimpah ;)..

    duuuh jd pgn beli pizza … kalo bikin sendiri, pasti rasanya g bakal bisa sama :D, apalagi kalo aku yg masak ;p

  2. Nice story mba, seperti halnya “gulai ayam” yang menjadi alasan saya untuk sekolah yg benar, biar punya skill buat kerja dan punya uang untuk beli makanan enak, salah satunya gulai ayam. 🙂 Ini pizza ikan ya. Kalau saya seringnya pizza kornet, kadang dikukus atau di oven.

Hi, thanks for stopping by at mbakdina.com. Don't forget to leave your comment here, ok?^^